‘Istana’ Tjetjep Diacak KPK

SEPI: Tak ada kerabat hanya tukang kebun yang berada di kediaman Tjetjep Muchtar Soleh saat KPK melakukan penggeledahan pada Minggu (16/12). Foto: Fadilah Munajat/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Rumahku, istanaku. Kediaman mantan bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh (TMS) kena geledah tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK memeriksa sejumlah berkas di seluruh ruangan kediaman ayahanda Bupati Cianjur, Irvan Rivano itu.

KPK kembali melakukan penggeledahan terkait kasus korupsi dana alokasi khusus (DAK) Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun anggaran 2018 yang menjerat Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar di kediaman TMS yang bak istana megah di Kampung Berenuk RT02/RW13, Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur.

Berdasarkan informasi, tim KPK yang berjumlah 12 orang itu datang menggunakan dua unit mobil. Mereka melakukan penggeledehan terhadap rumah pribadi Tjetjep Muchtar Soleh selama empat jam dimulai sekitar pukul 09:00 hingga pukul 13:00 WIB.

Pantauan Radar Cianjur, Selasa (18/12/2018) pasca dilakukan penggeledahan, rumah milik TMS terlihat sepi, pintu pagar depan rumah digembok, tak ada aktifitas yang terlihat di rumah milik mantan Bupati Cianjur itu.

Ketua RT setempat, Jamjuri Fermana Sidik mengatakan, sebelum tim dari KPK melakukan penggeledahan di Tjetjep Muchtar Soleh, dirinya sempat mendapat telpon untuk segera datang ke rumah milik mantan bupati itu.

”Pada hari Minggu itu, saya menerima telepon dari tetangga dekatnya pak Tjetjep, agar saya segera datang ke rumah pak Tjetjep,” katanya, (18/12).

Menurut Jamjuri, pada saat itu ia tak mengetahui ada tim dari KPK yang akan melakukan penggeledahan di rumah Tjetjep Muchtar Soleh. ”Awalnya saya tidak mengetahui bakal ada penggeledahan di rumah pak Tjetjep,” ujarnya.

Sesampainya di rumah TMS, Jamjuri mengaku kaget, karena ada seseorang yang mengatakan dari KPK meminta izin kepadanya untuk mendampingi proses penggeledahan. ”Saya kaget, saat salah satu dari Tim KPK minta saya untuk menyaksikan penggeledahan,” ungkapnya.

Jamjuri mengatakan, selama di rumah TMS, tim dari KPK melakukan penggeledahan di seluruh ruangan rumah, termasuk kamar pribadi Tjetjep Muchtar Soleh. ”Saya lihat tim dari KPK mengambil beberapa berkas dari setiap ruangan di rumah pak Tjetjep, kemudian dikumpulkan di salahsatu ruangan kemudian didokumentasikan,” tuturnya.

Ia menambahkan, saat tim dari KPK keluar dari rumah TMS tak membawa satu pun berkas yang sebelumnya telah dikumpulkan. ”Berkas-berkas itu kembali disimpan di tempatnya semula,” bebernya.
Jamjuri menjelaskan, saat dilakukan penggeledahan tidak ada satu pun keluaga Tjetjep Muchtar Soleh yang ada di rumah.

”Keluarga pak Tjetjep semuanya tak ada yang menyaksikan, yang ada di sana hanya tukang kebun,” katanya.

Jamjuri mengaku dirinya sempat mendengar perbincangan tim KPK, yang menyebut rumah milik Tjetjep Muchtar Soleh terbilang mewah.

”Saya mendengar ada tim dari KPK yang bicara, rumahnya mantan bupati kok mewah melebihi rumah presiden?,” pungkasnya.

(dil)