Pak Herman, Warga Naringgul Tolak Pindah Kantor

BELUM SELESAI: Kantor baru Kecamatan Naringgul yang ditolak warga karena letaknya yang dinilai tidak strategis.

RADARCIANJUR.com – Tertangkapnya Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat warga Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan resah. Pasalnya, pindah kantor Kecamatan Naringgul masih belum tuntas, Rabu (19/12).

Salah satu tokoh warga setempat, Apih Dadang Kadarusman (67) mengatakan, dirinya tetap akan bertahan terkait berpindahnya kantor pusat pelayanan Kecamatan Naringgul. Belum mengerti dan tidak paham kepada Pemkab Cianjur, khususnya bupati. Atas kebijakannya telah menyetujui kantor kecamatan pindah ke Desa Wangunjaya.

“Kami juga heran kenapa Bappeda dan Dinas PUPR Kabupaten Cianjur tidak mengakji dulu saat memutuskan tempat baru, untuk kantor Kecamatan Naringgul di luar Desa Naringgul. Maka Dari itu para tokoh minta penjelasannya,” katanya kepada Radar Cianjur.

warga setempat menyebutkan, Kampung Cilandak Puncakwangi, Desa Wangunjaya yang bakal jadi kantor baru Kecamatan Naringgul itu tergolong tanahnya labil dan rawan longsor, dan juga berdekatan dengan perbatasan Kecamatan Cidaun. Sehingaa kedepan akan menyulitkan warga Kecamatan Naringgul, berkaitan dengan kebutuhan adminduk.

Ia menambahkan, maka itu mohon kepada bapak Plt Bupati Cianjur, H Herman Suherman untuk turun ke Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan melihat langsung ke lokasi. Supaya bisa mengetahui kondisi lokasi kantor kecamatan baru tidak layak untuk dijadikan perkantoran.

“Ada enam desa apabila benar terjadi berpindahnya kantor pusat pelayanan Kecamatan Naringgul dari zona wilayah akan jadi korban kebijakan. Artinya yang tidak berdasarkan dengan hasil kajian-kajian dari para tim ahli. Maka itu perlu dipertimbangkan kembali,” ujar, Dadang kepada wartawan ini, kemarin.

Sementara, tuntutan disampaikan warga diantaranya, tetap mempertahankan pusat pemerintahan dan pelayanan umum lain di Desa Naringgul seperti yang sedang berjalan selama ini. Pasalnya, secara geografi berada di tengah wilayah kecamatan, lalu pihak terkait untuk segera membatalkan penghentian proyek bangunan gedung baru di Kampung Cilandak, Desa Wangunjaya dengan biaya mencapai 1,7 miliar. Peruntukan sebagai tempat pemindahan pusat pelayanan pemerintahan pembangunan dan kemasyarakatan Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan.

“Ya, karena dinilai tidak pro rakyat, bukannya lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, bahkan sebaliknya justru terlalu jauh dan zonanya rawan akan bencana alam,” timpal, Dadang.

Sementara, Mamun (56) warga Kecamatan Naringgul lainnya membeberkan, bila meninjau kembali pembuatan gedung baru Puskesmas yang didirikan di depan kantor camat di atas tanah Pemkab Cianjur, sebagai hasil jerih payah masyarakat Kecamatan Naringgul dalam pengadaannya yang secara prosedural dan aturan diperuntukan sebagai pusat pemerintahan Kecamatan Naringgul untuk memudahkan pelayanan publik.

“Kedepan bangunanya sangat tidak ramah lingkungan, karena tidak memperlihatkan Amdal,” ungkapnya salah satu tokoh masyarakat (tomas) lainnya.

Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Yadi Mulyadi mengatakan, pihaknya berjanji dan akan menampung aspirasi disampaikan oleh belasan massa audensi saat ini. Tentunya akan mempertimbangkan dan perlu proses.

“Sabar saja dan tunggu. Mungkin akan mempelajari dulu, dan melihat datanya sesuai apa yang disampaikan. Saya sudah sampaikan nanti akan audensi lagi minggu depan di hari yang sama untuk menunggu hasilnya bagaimana, yang jelas akan menampung dulu semua aspirasi disampaikan,” ungkapnya saat dikonfirmasi sebelumnya.

(mat)