Caleg Money Politik Divonis Penjara

Foto: Fadilah Munajat/Radar Cianjut SIDANG PUTUSAN: Calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Cianjur dari partai Nasdem Ati Alwi berada di ruang persidangan.

RADARCIANJUR.COM -Calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten Cianjur dari partai Nasdem Ati Alwi divonis pidana enam bulan penjara dengan masa percobaan selama satu tahun dan denda Rp 5 juta, (20/12).

Majelis hakim menyatakan, Ati Alwi bersalah karena terbukti telah membagilan paket sebako, uang tunai pecahan Rp 2000 dan menyampaikan visi misinya kepada ibu-ibu pengajian.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum, menuntut Ati Alwi dengan pidana enam bulan penjara dengan masa percobaan selama satu tahun dan denda Rp 25 juta.

Penasehat Hukum Ati Alwi, O Suhendra, mengatakan dari persidangan itu tim penasehat dan terdakwa mengharapkan majelis hakim memvonis bebas Ati Alwi dari segala tuntutan, sebab pihaknya berkeyakinan jika tidak ada pelanggaran pidana pemilu dari kegiatan yang dilakukan di sebuah madrasah di Cugenang.

“Kami tetap menghargai putusan hakim. Terkait banding, kami akan berkoordinasi dulu dengan Ati Alwi dan tim penasehat hukum karena masih ada waktu tiga hari,” katanya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Cianjur, Tatang Sumarna mengatakan, putusan hakim tersebut membuktikan jika temuan dan pelaporan dari pihaknya terbukti. Dan, apa yang dilakukan oleh Ati Alwi memang melanggar undang-undang Pemilu.

“Apa yang kami temukan di lapangan memang terbukti, dan itu dipertegas oleh putusan hakim,” katanya.

Dia menambahkan, apa yang dilakukan dan terjadi pada Ati Alwi harus jadi pembelajaran bagi caleg lainnya untuk tidak melakukan apa saja yang dilarang dalam kampanye.

“Ini jadi pembelajaran bagi para peserta pemilu, semoga tidak ada lagi kasus seperti ini di Cianjur,” pungkasnya.(dil)

//Saweran AA Berujung Penjara
– AA datangi majelis talim di Desa Nyalindung Kecamatan Cugenang.
– AA membagikan sembako pada jamaah dan juga melakukan saweran uang pecahan Rp2 ribu.
– AA melanggar Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 pasal 523 ayat (1) tentang pemilu.
– Pada hari Kamis tanggal 20 Desember 2018, AA divonis enam bulan penjara dengan denda Rp5 juta.
– Sesuai UU 7/2017 pasal 285, AA didiskualifikasi oleh KPU setelah ada keputusan tetap terhadap pelanggaran di pengadilan.