KPK Gadungan Terciduk di Cianjur

PLT Bupati Cianjur Herman Suherman (tengah) sempat berfoto bersama pelaku KPK gadungan (kiri).

RADARCIANJUR.COM– Plt Bupati Cianjur Herman sempat mentransfer jutaan rupiah ke rekening seseorang yang mengaku anggota KPK. Bermodal ancaman, Plt Bupati percaya ke KPK palsu ini.

Anggota KPK gadungan berhasil diamankan petugas KPK di Cianjur pasca OTT KPK terhadap Bupati Irvan Rivano Muchtar dua pekan lalu di Cianjur.

Penangkapan dilakukan oleh Tim KPK yang masih berada di Cianjur guna kepentingan penyidikan.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko membenarkan jika anggota KPK gadungan ditangkap oleh tim KPK dan diserahkan kepada Polrea Cianjur untuk penanganan kasus dugaan pemerasannya.

“Kita mendapatkan pelimpahan kasus untuk menyelidiki anggota KPK gadungan. Kini tersangka sudah kita amankan di Mapolda Jabar,” jelas Kabid Humas Polda Jabar, saat dihubungi, Jumat (21/12).

Kabid Humas menambahkan, kronologis penangkapan terjadi pada Jumat dinihari.

“Pada hari Jumat tgl 21 Des 2018 sekitar pukul 01.00 WIB, KPK membawa 1 orang yang diduga mengaku KPK, menurut Tim KPK bahwa KPK mendapatkan informasi tentang adanya orang yang mengaku KPK yang telah menemui Plt Bupati Herman,” paparnya.

Lalu setelah itu diditindaklanjuti oleh tim KPK, yang bersangkutan  diamankan, dan diintrograsi bahwa pelaku mengakui telah menerima uang transfer dari Plt Bupati Herman. Jumlah uang yang sudah diterima sudah mencapai Rp30 juta.

“Pasca OTT Bupati Cianjur oleh KPK, pelaku datang ke rumdin Plt Bupati Herman, tanggal 12 Desember 2018. Dan pelaku menyatakan bahwa Plt Bupati tidak akan dibawa ke KPK jika memberi sejumlah uang,” terang Kabid Humas.

Tanggal 19-20 kemarin, pelaku berjanji akan menemui kembali Plt Bupati, untuk memastikan bahwa Plt Bupati tidak akan dibawa KPK.

“Saat pelaku mendatangi rumdin Plt Bupati, langsung diamankan tim KPK,” jelasnya.

Polda sendiri, tengah mendalami peran pelaku. Apakah memiliki jaringan atau beraksi sendiri.

“Masih didalami ya, apakah pelaku mempunyai jaringan atau bekerja sendiri dalam hal kasus dugaan pemerasan mengaku sebagai anggota KPK gadungan ini,” pungkas Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.

Sementara itu, PLT Bupati Cianjur Herman Suherman mengaku memang sempat setor uang ke KPK Gadungan tersebut hanya untuk menjebak penipu yang mengatasnamakan KPK.

“Pelaku meminta atensi nominal rupiah namun tidak memberitahu jumlahnya karena pelaku menjalankan modus bahwa mampu mengamankan kasus korupsi di CIanjur, diluar itu isunya banyak aneh-aneh terus maen ancam-ancam. Saya sengaja beri uang itu untuk menjebak. Setelah diberikan saya langsung lapor ke Polres Cianjur,” Ucap PLT Bupati Cianjur Herman Suherman

(arf/pojokjabar/may)