Rutilahu Cianjur Diatas 1000

BUTUH BANTUAN: Ajat bersama keluarganya tinggal di gubuk yang tidak layak huni, tanpa adanya penerangan listrik.

RADARCIANJUR.com – Hingga akhir tahun 2018 ini jumlah rumah tak layak huni di Cianjur masih berada di atas angka seribu.

Tim Teknis Program Rumah Tidak Layak Huni Diskimrum Kabupaten Cianjur, Handika Firdaus, mengatakan, anggaran APBD yang terbatas membuat Diskimrum memanfaatkan program provinsi maupun program pusat untuk merenovasi rumah tak layak huni.

“Hari ini kami mengumpulkan 20 kepala desa karena Cianjur mendapatkan kuota bantuan 440 unit rumah tak layak huni yang akan disebar di berbagai desa,” ujar Handika di kantor Diskimrum, kemarin.

Ia mengatakan, maksud dikumpulkannya kepala desa untuk pendataan dan mengarahkan kepada desa mana saja yang mendapat bantuan rumah tidak layak huni. “Besaran bantuan untuk satu unit rumah tak layak huni anggarannya masih disusun pihak provinsi,” ujarnya.

Menurutnya, Cianjur memiliki data kebutuhan bantuan rumah tak layak huni masih di atas angka 1000. Namun saat ini baru 20 desa, setiap desa dapat bantuan 20 unit rumah tidak layak huni, pelaksanaan akan dilakukan tahun 2019 menunggu keputusan pemerintah provinsi.

“Desa yang mendapat bantuan ada 20 desa, saat ini masih dalam tahap pendataan. Kriteria penerima bantuan adalah masyarakat berpenghasilan rendah, aturan dari provinsi harus siap swadaya, bukan pembangunan tapi rehab kualitas saja, bukan pembangunan baru,” ujarnya.

Ia mengatakan bantuan dari provinsi lewat BJB akan langsung ke penerima dan tak masuk dulu ke dinas.

“Yang diprioritaskan desa yang rawan terdampak tsunami ada potensi, 10 desa berada di Kecamatan Agrabinta, lainnya di Kecamatan Pagelaran, Sukaluyu, dan Campaka,” ujar Handika.

Handika mengatakan, Diskimrum Cianjur pada 2018 mendapat penghargaan pengelola LPM terbaik dalam program rutilahu se Jawa Barat. “Semoga program kali ini juga sukses,” katanya.

(dil)