Tega, Anak Yatim jadi Korban Pelecehan

RADARCIANJUR.COM-Sungguh malang nasib SK (8) bocah perempuan masih duduk di bangku sekolah dasar di Kecamatan Sukaluyu. Dirinya menjadi korban pelecehan seksual, Minggu (23/12).

Kuasa hukum korban dari LBH Bravo Komando Cianjur, Soliamin Harahap SH alias Choky mengatakan, atas kasus pelecehan seksual, pelaku sudah ditangani dan diserahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian.

“Negara ini menjamin hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan kriminalitas sebagai tercantun dalam UU Dasar NKRI tahun 1945. Untuk itu pelecehan seksual terhadap anak harus diantsifasi. Karena sangat mengancam dan membahayakan jiwa anak,” katanya kepada Radar Cianjur.

Ia menambahkan, jelasnya sangat merusak kehidupan pribadi dan tumbuh kembang anak. Bahkan menggangu rasa kenyamanan, ketenteraman, keamanan, dan ketertiban masyarakat.

“Selama ini sanksi pidana yang dijatuhkan pelaku pelecehan seksual maupun kekerasan seksual terhadap anak belum memberikan efek jera dan mampu mencegah secara komprehensif terjadinya kekersan seksual terhadap anak. Sehingga perlu segera mengubah UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak,” jelas, Choky, kemarin.

Pembina LBH Bravo Komando Cianjur, Bambang Adi S memaparkan, tentunya pihaknya menyambut baik dan menerima pengaduan yang notabene dari keluarga tidak mampu. Ada pengaduan anak di bawah umur menjadi korban pelecehan seksual, bahkan bapaknya sudah meninggal dan ibunya mempunyai kelainan.

“Menurut mengaduan, Hobir Ijudin (36) selaku pamannya mengadukan hal ini. SK (8), katanya masih keponakannya masih pelajar SD dia telah dilecehkan. Maka itu kita jemput bola untuk menolong tanpa pamrih,” ujarnya.

Pihaknya akan terus mendampingi sampai tuntas, pasalnya ini menyangkut masa depan anak. Apalagi anak yatim, maka itu perlu dibantu, kasus ini harus dilaporkan dan terus dikawal sampai selesai.

“Nah, apalagi korban merupakan anak yatim dan warga memang tidak mampu. Ya, berharap kepada penegak hukum agar menindaklanjuti kasus ini dengan secepatnya jangan sampai pandang bulu,” pungkasnya.(mat)