Satu RT Terancam Longsor

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Pergerakan tanah terjadi di Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan. Sekitar 11 rumah warga terancam longsoran, di satu ke RT an akibat pergerakan tanah, di Kampung Cibitung RT2/3,Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan, Selasa (25/12).

Sekretaris Desa (Sekdes) Mekarjaya, Tarsa mengatakan, dampak dari intensitas curah hujan saat ini cukup tinggi. Sehingga mengakibatkan pergerakan tanah, terjadinya pergerakan tanah Jumat tanggal 21 Desember 2018 sekitar pukul 14:00 WIB.

“Namun, alhamdullah tidak ada korban jiwa. Sementara bergeraknya tanah di Kampung Cibitung akibat intenitas hujan cukup tinggi, sehingga air hujan masuk kedalam lubang-lubang tanah kondisinya sudah retak,” kata dia kepada Radar Cianjur.

Warga setempat menginformasikan, ada 11 rumah warga kini terancam longsoran akibat pergerakan tanah terutama di RT 2 kurang lebih ada 29 jiwa harus diungsikan segera. Mereka khawatir jika hujan terus turun, tanah tebing dengan kemiringan mencapai kurang lebih 45 derajat sudah retak, takut ambruk dan menimpa sejumlah rumah penduduk.

Dia menambahkan, jika korban jiwa tidak ada, cuma tetep saja warga belum bisa tenang kalau tidak segera diungsikan. Sebelumya pernah terjadi pada tahun 2014, adanya pergerakan tanah dan menyebabkan longsor di sebelah utara dan sebelah selatan, jadi untuk kejadian sekarang di Kampung Cibitung ketiga kalinya dan psosinya berada di tengah tengah.

“Pihak desa selalu dan terus berkoordinasi dengan kecamatan dalam mengantisipasi terjadinya longsor akibat pergerakan tanah,” ujarnya.

Pihak desa menyebutkan, bahkab setelah petugas dari kecamatan datang dibantu dari petugas BPBD Cianjur lalu berkordinasi untuk segera mengungsikan warga ke tempat lebih aman dan hari ini juga sebagain warga ada sudah membongkar rumahnya untuk mengungsi.

“Tentunya merasa terganggu, karena khawatir warga akan terjadi longsor akibat adanya retakan tanah. Harapanya kepada Pemkab Cianjur melalui dinas terkait mohon bantuannya, karena untuk merelokasi satu rumah warga akan memakan anggaran cukup lumayan,” pungkas Sekdes Mekarjaya, Tarsa.

Sementara, Kasi Trantib Kecamatan Cidaun, Eli Suardi mengatakan, setelah adanya laporan dari desa. Pihaknya langsung menghubungi petugas BPBD Cianjur dan langsung turun ke lokasi dengan tim dari semenjak, Sabtu 22 Desember 2018. Dari hasil pengecekan benar sekali adanya pergerakan tanah akan mengancam terhadap pemukiman warga, perkirakan ada 29 jiwa dari satu ke RT an harus segera di ungsikan.

“Kami terpaksa menguskian dulu warga di sekitaran, dan ada beberapa rumah warga yang sudah dulu dibongar untuk pindah lokasi. Menghimbau kepada warga masih bertahan di rumah masing-masu untuk supaya waspada dan hati-hati ketika menjelang malam tiba, apalagi saat hujan kembali turun, karena takut adanya longsor,” pungkasnya.

(mat)