Suara Misterius Menggema di Pantai Selatan Cianjur

Pantai Selatan Cianjur

RADARCIANJUR.com – Sejumlah warga di pesisir pantai selatan Cianjur mengaku kaget dengan adanya suara dentuman misterius yang diduga bersumber dari laut.

Warga Desa Saganten, Kecamatan Sindangbarang Dedi Mulyadi mengatakan, suara dentuman misterius tersebut terdengar sangat keras, bahkan hingga menyebabkan kaca rumah bergetar.
“Kemarin aja suaranya terdengar hingga enam kali, biasaya bunyi dentuman itu terdengar, subuh, siang dan malam hari,”kata Dedi (25/12).

Dedi yang berprofesi sebagai guru di SDN Sumberbakti Sindangbarang itu mengatakan, hingga Selasa (25/12) sore, suara dentuman misterius itu belum berhenti.

“Tadi juga sekitar pukul 16.00 Wib kembali ada suara dentuman, namun suara dentuman yang tadi tidak terdengar keras, karena berbarengan dengan suara gemuruh hujan,”katanya.

Menurut Dedi, suara dentuman misterius tersebut diduga berasal dari arah barat daya laut, hingga menyebabkan warga panik. Dedi mengaku selama 17 tahun tinggal di wilayah Sindangbarang baru mendengar suara dentuman seperti itu. “Baru ada suara seperti itu, biasanya yang kami dengar hanya gemuruh ombak jika air laut sedang pasang,”ujarnya.

Dedi mengatakan, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pemerintah terkait sumber suara misterius tersebut.

“Kami jadi tambah bingung, setelah melihat dua berita dengan keterangan berbeda. Tadi, ada keterangan dari Kapendam 3 Siliwangi Kolonel Arh Hasto Respatyo menyebut ada peluncuran uji roket di Stasiun Lapan di Pameungpeuk, Garut tanggal 23 sampai 27 Desember 2018, beberapa jam kemudian muncul pernyataan yang beda dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang membantah dentuman misterius yang terdengar di Cianjur, Sukabumi hingga Garut berasal dari ujicoba peluncuran roket. Jadi mana yang benar?,”tanya Dedi.

Dedi mengatakan, berbagai pendapat di masayarakat pun muncul terkait suara musterius itu. Bahkan para orang tua di Sindangbarang menyebut suara tersebut adalah suara guntur laut. “Namun kami juga masih mencari sumber untuk memastikan penyebab dari suara itu,” ujarnya.

Dedi melanjutkan, untuk sementara masyarakat hanya baru menerima imbauan dari pemerintah desa dan kecamatan, untuk berhati-hati dengan adanya suara misterius itu.

“Di setiap pengeras suara masjid sudah ada pengumuman imbauan dari pemerintah desa dan kecamatan, namun itu tidak membuat warga menjadi tenang,”kata Dedi

Dedi berharap pemerintah segera mengumumkan kebenaran sumber dari suara itu agar masyarakat tidak merasa cemas. “Warga takut suara itu berasal dari erupsi anak gunung Kerakatau, yang mungkin dampaknya bisa sampai ke pantai selatan Cianjur,” pungkasnya.

Terpisah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur mengaku masih mengumpulkan informasi dari masyarakat. “Kami pun sama tidak tahu, tapi saat ini sedang kami cari asal suara tersebut, dan memang dari beberapa masyarakat mengatakan, dari arah laut namun kami belum bisa memastikan suara tersebut berasal,” ujar Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno.

BPBD Kabupaten Cianjur, kata dia, sedang berupaya menenangkan masyarakat agar keadaan tetap kondusif. “Dari kemarin kita sudah di Cianjur Selatan dan diinstruksikan oleh BMKG, untuk berkoordinasi dengan muspika setempat, serta kita siap siaga dan mewaspadai hal apapun disana (Cianjur Selatan, red),” terangnya.

Sugeng meminta masyarakat tetap tenang dan terus memberikan informasi jelas dan akurat, terkait hal tersebut serta tidak simpang siur, sehingga nantinya dilakukan tindaklanjut.

Sebelumnya, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) mengklarifikasi bahwa suara dentuman misterius yang terdengar di Cianjur, Sukabumi hingga Garut bukan berasal dari ujicoba peluncuran roket, karena dilakukan pagi hari, peluncuran roket pun tak menimbulkan suara keras.

Soal dugaan dentuman misterius dari ujicoba roket sempat disampaikan Kapendam III Siliwangi Kapendam 3 Siliwangi Kolonel Arh Hasto Respatyo. Menurutnya ada peluncuran ujicoba roket di Stasiun Lapan di Pameungpeuk, Garut tanggal 23 sampai 27 Desember 2018.

Hasto mengatakan dampak dari peluncuran tersebut memang menimbulkan bunyi yang keras. “Ya pasti nyampe (suaranya) karena kan Cianjur ketinggian, itu kan ada berapa desibel, pasti terdengar,” kata Hasto.

Soal ini, Kepala Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan pihaknya memang tengah melakukan ujicoba peluncuran roket di wilayah Pameumpeuk, Garut sejak tanggal 20 Desember. Namun peluncuran dilakukan pagi hari. “Enggak ada kaitannya. Peluncuran roket kami pagi hari pukul 06.00 WIB hinggal pukul 08.00 WIB,” kata dia.

Roket yang diluncurkan peneliti Lapan, kata dia, tidak menimbulkan suara dentuman. Sehingga, dia menyakini dentuman yang terdengar di sejumlah wilayah tersebut bukan dari roket Lapan. “Suara roket kan bukan dentuman tapi desis,” ucap dia.

Dia menuturkan ujicoba peluncuran roket Lapan tidak hanya dilakukan setiap bulan Desember. Pihaknya juga tak bisa memastikan jumlah roket yang diluncurkan setiap proses ujicoba. “Jadi enggak ada jadwal khusus (peluncuran). Saya juga belum ada laporan jumlah roket yang diluncurkan (kemarin),” kata Thomas.

(dil)