Cara Slankers Mezzaluna Rayakan Milad, Bersihkan Pantai, Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

FOTO: Mezzaluna Slankers Cidaun For Radar Cianjur PEDULI: Bersih-bersih pantai dan santunan anak yatim menjadi agenda kegiatan Milad Mezzaluna Slankers Cidaun.

RADARCIANJUR.COM-BENCANA alam yang terjadi di Anyer, Banten membuat semua orang sadar akan pentingnya menjaga alam. Seperti halnya yang dilakukan para pecinta grup Band Slank yaitu Slankers.

LAPORAN: HAKIM

BERTEPATAN milad yang ke delapan tahun, Slankers ranting Cidaun dengan nama Mezzaluna merayakannya dengan membersihkan pantai Cidaun. Bukan hanya bersih-bersih pantai, acara pun dilanjutkan dengan memberikan santunan kepada anak yatim, istigosah serta renungan juga mendoakan para korban tsunami Aceh dan Banten beberapa waktu lalu.

Acara itu turut dihadiri oleh setiap perwakilan ranting Slankers, muspika, tokoh agama, tokoh masyarakat, karang taruna dan komunitas lainnya.

“Kebetulan di hari milad Slankers Mezzaluna ranting Cidaun yang ke delapan, kita lakukan bersih-bersih pantai Cidaun dan juga santunan kepada anak yatim,” ujar Koordinator Slankers Wilayah Selatan, Yana Mulyana.

Milad Slankers Mezzaluna ranting Cidaun yang diketuai oleh Rudy ini sengaja mengusung tema aksi solidaritas Slankers peduli lingkungan agar bisa memberikan contoh kepada masyarakat luas akan pentingnya menjaga lingkungan sebelum alam bertindak.

Yana menambahkan, jangan sampai masyarakat terlambat untuk berintropeksi diri setelah terjadinya bencana, namun sebelum semua terlambat, alangkah baiknya alam dirawat dan dijaga. “Sebagaimana lirik lagu Slank, mengapa harus tunggu bencana baru kita percaya kebesaran Tuhan,” paparnya.

Diharapkan kedepan ini bukan hanya seremoni, ini bisa diaplikasikan kepada masyarakat dan menjadi contoh kedepannya sehingga manusia bersahabat dengan alam yang tentunya tidak hanya di Cidaun, namun di seluruh wilayah Cianjur.

“Pada kegiatan milad ini pun dihadirkan pertunjukan Pencak Silat sebagai warisan leluhur yang harus dijaga dan dikenalkan kepada muda mudi saat ini sebagai generasi penerus, juga sebagai bentuk pelestarian budaya dan juga bentuk pengenalan kepada generasi muda agar tidak punah,” terangnya.(*)