Gunung Gede Dipantau 24 Jam

Gunung Gede Pengarango

RADARCIANJUR.com – Apa kabar kondisi Gunung Gede Pengarango menyusul erupsi gunung Anak Krakatau yang menyebabkan Tsunami Selat Sunda?

Staf Pemantauan Gunung Api Gunung Gede, Budiman Kurniawan mengatakan, aktivitas Gunung Gede saat ini masih dalam keadaan normal dan tidak ada pengaruh dari erupsi Gunung Anak Krakatau berdasarkan data intumentasi. “Sangat tidak berpengaruh sama sekali, karena masing-masing (gunung, red) memiliki dapur magma,” ujarnya.

Kendati dalam keadaan normal, namun pemantauan lebih ditingkatkan, guna memantau perkembangan Gunung Gede. Hingga saat ini, Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi tetap melakukan pemantauan secara begantian selama 24 jam. “Status Gunung Gede tidak berubah, namun tetapi kami lakukan pemantauan ekstra secara bergantian dalam waktu 24 jam,” ungkapnya.

Sementara itu, Jalur pendakian Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) ditutup sementara mulai tanggal 1 Januari hingga akhir Maret 2019 mendatang.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Wahju Rudianto menuturkan, penutupan dilakukan dalam rangka pemulihan ekosistem, serta menjaga kelestarian gunung yang merupakan salah satu ikon pendakian favorit di Pulau Jawa.

“Jadi semua jalur akan ditutup sementara, untuk aktivitas pendakian baik jalur Cibodas, Gunung Putri, maupun Selabintana,” ujar Wahju, Rabu (26/12) kemarin.

Selama kawasan pendakian ditutup, pihaknya akan menggelar sejumlah kegiatan, seperti melakukan aksi bersih gunung, menurunkan sampah-sampah, khususnya sampah plastik, serta patroli pengamanan antisipasi kemungkinan pendaki illegal pada saat penutupan.

“Kami lakukan penjagaan dan pengamanan bersama. Mudah-mudahan kegiatan pendakian ilegal semakin menurun, bahkan tidak terjadi lagi,” kata Wahju.

Menurutnya, informasi penutupan tersebut sudah mulai disampaikan kepada para warga dan calon pengunjung melalui Media sosial (Medsos) Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, dan pengumuman di pintu masuk pendakian. “Penutupan sebetulnya sudah terjadwal dari tahun ketahun. Jadi sudah dipahami para pendaki,” terangnya.

Ditambahkan Wahyu, hingga tanggal 31 Desember 2018 nanti, pihak balai masih mendata pengunjung yang akan melakukan pendakian. Berkisar 70 hingga 180 orang pendaki perhari.

“Kami pun terus mengingatkan kepada para pendaki agar menjadi pendaki yang mencintai alam, pendaki yang bertanggung jawab, dan pendaki yang turut serta melestarikan Taman Gunung Gede Pangrango,” tandasnya.

(dan/kim)