Mazolat Akan Gelar Sholawat Akbar, Jadikan Pilpres Aman Damai

RADARCIANJUR.COM– Majelis Dzikir dan Sholawat (Mazolat) Pilar Jagat Pusat, mengajak dan menyerukan doa bersama untuk keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui aksi gerakan keagamaan ‘Sholawat Akbar’ dzikir dan sholawat acara ‘Hadroh dan Tausiyah Sholawat’ yang akan digelar di Alun-alun Kecamatan Sindangbarang, Cianjur, Sabtu 29 Desember 2018 mendatang.

Pimpinan Pusat Majelis Dzikir dan Sholawat, Aang Zain mengatakan, dirinya mengajak gerakan aksi keagamaan tersebut sangat penting sebagai bahan atau pondasi keimanan kepada Allah SWT dan mencintai Nabi Muhammad SAW.

“Saya pribadi secara langsung mengajak kepada seluruh publik untuk terlibat dalam kegiatan keagamaan yang akan diselenggarakan nanti. Tujuannya, untuk memotivasi, menginspirasi, menjaga, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai sholawat,” katanya.

Melalui persiapan sholawat akbar, pihaknya mengajak keseluruh komponen masyarakat untuk menyambut Pemilihan Presiden (Pilpres) agar menjadi aman dan damai melalui acara gerakan hati, sehingga pikiran jiwa akan tenang dan tentram.

Selain itu, acara Maulid dan sholawat akbar itu dilaksanakan, supaya terlepas dari bencana alam dan kedholiman serta meminta kepada Allah SWT, khususnya Cianjur sebagai ‘Kota Santri’ agar dipimpin oleh pimpinan yang betul-betul agamis dan sayang kepada rakyatnya.

“Artinya, bisa dan harus mau menjadikan kembali Cianjur sebagai kota santri sebagai mana warisan leluhur zaman dulu. Melalui aksi gerakan sholawat, Insya Allah kedholiman akan runtuh, buat siapapun yang akan dholim di negeri ini, baik kepada rakyat maupun kepada NKRI hal sama akan runtuh dengan kedholimanya,” ujar Sang Maestro Dzikir dan Sholawat asal Cianjur ini.

Aang menambahkan, existensi sejumlah Koordinator Lapangan (Korlap) Mazolat setiap kecmatan antusias menyambut sholawat akbar. sekaligus doa untuk negeri, serukan Pemilu damai aman dan kondusif, setiap Korlap kecamatan exis persiapan menjelang acara.

“Kami, mengajak ke seluruh lapisan masyarakat, baik santri maupun khalayak umum untuk membangun kembali pundi-pundi yang hampir musnah dalam tatanan Cianjur mashur yaitu kota santri,” katanya.

Pimpinan Mazolat pusat ini mengajak, mari membangun kembali tatanan yang hampir mati, baik secara di sengaja dengan aturan atau dibuat baru maupun secara alamiah tergerus waktu.

“Semoga kita bisa bahumembahu membangun kembali norma-norma tersebut untuk memperkuat generasi kedepan tetap bertahan dalam nilai-nilai luar biasa normanya. Artinya sebagai ciri khas Cianjuran yang di wariskan leluhur,” pungkasnya.(mat)