BUMD Bakal Gigit Jari

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Rapat Badan Musyawarah (Bamus) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cianjur, memastikan rencana penyertaan modal ditunda. Alhasil, badan usaha BJB, Perumdam Tirta Mukti dan PT Cianjur Jago Niaga yang harusnya menerima kucuran dana, harus mengelus dada.

Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Yadi Mulyadi mengatakan, saat musyawarah tergabung dalam rapat Bamus tidak membahas tentang rencana penyertaan modal, dan hasil keputusan yang dibahas hanya Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) saja.

”Akan kita masukan dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) di tahun 2019. Itu pun statusnya masih direncanakan. Atas dasar beberapa pertimbangan, kita tahan dulu dan tidak kita bahas untuk tahun sekarang,” kata Yadi saat dikonfirmasi belum lama ini.

Yadi membantah bila pertimbangan itu terkait situasi politik yang memanas di Kabupaten Cianjur. Menurutnya dewan memiliki berbagai pertimbangan sebelum menunda pembahasan penyertaan modal itu.

”Tidak ada hubungannya dengan kondisi politik saat ini, yang jelas Banleg merekomendasikan untuk dikaji ulang. Hasil keputusan Banmus sementara, untuk penyertaan modal ke BJB kita tahan dulu, kita fokus ke RPJMD,” terang Yadi.

Sementara itu, Hendra Malik salah seorang pentolan aktivis Cianjur, menyambut positif penundaan penyertaan modal tersebut. Karena kajian lebih dalam terkait keuntungan pemda dalam menyertakan modal harus dipertimbangkan.

Penyertaan modal sudah jelas fungsinya, yaitu mendapatkan keuntungan guna menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

”Jangan sampai penyertaan modal itu berubah bentuk menjadi hibah yang tak kunjung pulang, karena alasan badan usaha yang merugi,” paparnya.

Pihaknya menilai, mengenai aturan terkait penyertaan modal harus dipatuhi dan dilaksanakan sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku.

”Jangan sampai mengeluarkan kebijakan yang tidak bijaksana, akhirnya merugikan semua pihak,” ujarnya.

(mat)