Kaleidoskop Cianjur 2018, Selamat Tinggal Masa Kelam

RADARCIANJUR.com – Tak terasa, 2018 akan segera berakhir kurang dari 24 jam. Sederet peristiwa mewarnai dinamika Kabupaten Cianjur selama satu tahun penuh. Ragam kejadian pun menjadi pembelajaran agar Kabupaten Cianjur semakin baik di tahun 2019. Amin.

Dari sekian banyak peristiwa, Desember 2018 menjadi puncak kehebohan di Negeri Tauco ini karena Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menangkap Bupati Irvan Rivano Muchtar (IRM) dalam operasi tangkap tangan (OTT).

Kendati terbilang menjadi wilayah ‘kecil’, namun Cianjur berhasil menciptakan sejumlah dampak yang ‘besar’ di kancah nasional. Sejak bulan pertama, Januari, Cianjur diramaikan dengan peristiwa TKW Cianjur bernama Hani yang diduga melakukan aborsi dan membuang bayi di dalam pesawat.

Pemberitaannya tak hanya menjadi konsumsi di Cianjur saja, bahkan menembus hingga internasional. Setelah itu, maraknya gay di Cianjur juga ramai digunjungkan. Gay sudah merambah ke kalangan pelajar bahkan PNS. Difteri turut menyerang Cidaun pada Januari 2018 di Cianjur Selatan. Gempa Tenggeung juga menjadi pukulan Cianjur.

Di Februari, Cianjur dihajar bencana. Jembatan di Kecamatan Leles mendadak ambruk padahal baru sebulan dibangun dengan anggaran Rp756 juta. Puncak pun acak-acakan. Longsor menimpa urat nadi perbatasan. Dampaknya, Puncak terpaksa ditutup selama sepuluh hari. Kendaraan berat dengan tegas dilarang melintas.

Polemik perpindahan gedung Ibu Jenab I terus bergulir. Ragam masalah dan testimoni keberatan relokasi gedung tak kunjung henti. Meski demikian, perpindahan sudah terlanjur dilakukan. Sayangnya, sesaat setelah dipindahkan, area gedung sekolah baru sudah terancam ambruk.

Kisruh antara ojeg online dan ojek pangkalan mencuat. Kerap terjadi bentrok di lapangan. Bahkan, empat kantor desa dibobol maling dalam sepekan.

Maret, Cianjur diramaikan dengan adanya sekte terlarang yang menyembah wayang. Keberadaan sekte ini berada di Desa Wangunjaya, Kecamatan Naringgul. 48 kotak disinyalir terdapat ragam benda pusaka terpaksa diamankan. Warga yang resah akhirnya melaporkan keberadaan Sekte UN-SWISSINDO ke petugas kepolisian.

April pun membuat sejumlah masyarakat resah dengan peredaran minuman keras (miras). Sejumlah lokasi penjualan miras menjadi sasaran warga yang main hakim sendiri.

Di bulan kelima, warga Cianjur turun ke jalan. Demo besar-besaran terjadi di Jalan Abdullah bin Nuh. Masyarakat yang kontra dengan kepemimpinan Bupati, mendesak agar IRM turun dari jabatannya.

Juni, Kota Cianjur cetak sejarah. Sebelumnya, Kota Cianjur belum pernah kebanjiran. Namun pada akhir Juni, Kota Cianjur justru mengalami banjir.

Pada Juli 2018, 68 orang keracunan saat menikmati hidangan hajatan di Ciranjang. Tak ada korban jiwa, namun peristiwa ini menjadi bahan penyelidikan pihak kepolisian.

Agustus, momentum yang sangat bersejarah bagi Kabupaten Cianjur. Pasalnya kirab api Asian Games XVIII 2018 menyambangi
Kota Bersemi ini. Dengan berbagai persiapan yang sudah matang, sepanjang jalan berjejer siswa siswi dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas (SMA) menyambut api abadi ini saat masuk ke wilayah Kabupaten Cianjur

September, 40.766 siswa SD di Kabupaten Cianjur cacingan. Dinas kesehatan melakukan ragam upaya untuk menyelamatkan anak bangsa dari serangan penyakit yang dinilai kerap tak disadari ini.

Oktober, Lesbi Gay Biseksual Transeksual (LGBT) mencekam di Kabupaten Cianjur. Masyarakat pun mendesak agar peraturan daerah (Perda) melarang keberadaan LGBT dilahirkan.

Di bulan sebelas, November, Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RABPD) Cianjur diketuk di angka Rp3,5 triliun.

Di penghujung tahun, Bupati Cianjur, IRM menjadi tersangka setelah ditangkap KPK dalam OTT. Penangkapan ini turut menyeret nama Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cianjur, Cecep Sobandi dan sejumlah nama lainnya. Peristiwa ini membuat sejumlah warga Cianjur syukuran dengan menggelar makan nasi liwet bersama di Alun-alun Cianjur.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, menyongsong 2019, ia berharap Kabupaten Cianjur menjadi lebih kondusif. Segala peristiwa hingga kekurangan Cianjur yang terhadi di 2018 dapat menjadi pembelajaran segenap pihak.

Perbaikan demi perbaikan akan terus dilakukan guna menciptakan Kabupaten Cianjur yang lebih baik. “Kita semua harus bersinergis. Tak bisa jalan sendiri-sendiri termasuk saya. Mari, kita ciptakan Cianjur yang kondusif dan lebih baik lagi di masa yang akan datang,” tuturnya.

(radar cianjur/yaz)