Polisi Bongkar Makam Korban Penganiayaan

DIBONGKAR: Tim Forensik Polres Cianjur sedang melakukan otopsi jenazah Ruvaldi Maulana Yusuf. Foto Fadilah Munajat/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Tim Forensik Polres Cianjur melakukan otopsi jenazah Ruvaldi Maulana Yusuf (21) di Tempat Pemakaman Umum Kampung Pasirsireum, Desa Cikondang, Kecamatan, Cibeber (29/12/2018).

Proses otopsi jenazah dilakukan secara tertutup sejak pukul 10.20 WIB. Saat prosesi pembongkaran kuburan, menjadi perhatian warga, sejumlah warga dari berbagai penjuru berdatangan untuk menyaksikan berlangsungnya proses otopsi.

Berdasarkan informasi, Maulana Yusuf (21) tewas diduga dianiaya oleh lima orang pelaku pada Selasa (18/12), sekira pukul 12.00 WIB.

Penganiayaan tersebut dipicu lantaran pelaku kesal karena korban ketahuan mempunyai hubungan asmara dengan istri salahseorang pelaku.

Ibu kandung korban, Yeni Wahyuni mengatakan, awalnya ia tidak mengetahui jika anaknya tersebut meninggal dunia lantaran dianiaya, pasalnya, saat kejadian itu ia sedang berada di Timur Tengah.

“Saya mendapat kabar pada hari Rabu (19/12) bahwa anak saya mengeluh sakit dada dan pusing kemudian oleh oleh bibinya dibawa ke RSUD Cianjur,” katanya.

Ia mengaku selang beberapa jam ke mudian, kembali mendapat kabar bahwa anaknya telah meninggal dunia di RSUD Cianjur. “Mendengar kabar itu, saya kaget hingga saya memutuskan untuk pulang dari Timur Tengah,” ucapnya.

Ia menjelaskan, sesampainya di kampung halaman, korban telah dimakamkan, di Tempat Pemakaman Umum Kampung Pasirsireum, Desa Cikondang, Kecamatan, Cibeber.

“Karena pada saat itu saya masih di Timur Tengah, jadi yang mengurus pemakaman anak saya menjadi tanggungjawab ayahnya,” jelasnya.

Ia mengatakan, beberapa hari pasca Ruvaldi Maulana Yusuf dimakamkan, orang-orang yang memandikan jenazah Ruvaldi Maulana Yusuf menyebut bahwa pada tubuh korban banyak kejanggalan dan diduga korban meninggal dunia karena penganiayaan.

“Mendengar kabar seperti itu, saya langsung meminta saran kepada saudara, hingga akhirnya saya melaporkan kejanggalan-kejanggalan tersebut ke pihak kepolisian,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Achmad Gunawan mengatakan, penggalian makam korban yang dilakukan merupakan tindak lanjut penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian korban.

“Ada dugaan penganiayaan atau tidak kami harus melakukan otopsi. Untuk membuktikan almarhum meninggal karena sakit atau sebab lain yang tidak wajar. Apakah ada penganiayaan atau tindak pidana lainnya,” kata Kasat saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, penggalian tersebut telah mendapat izin dari keluarga. Namun ia belum dapat memberi keterangan lanjut karena masih menunggu hasil otopsi.

“Hasil otopsi belum bisa diketahui muda-mudahan dalam waktu dekat dapat mengetahui hasilnya,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini pihak kepolian telah menahan lima orang pelaku yang diduga sebagai pelaku penganiayaan hingga membuat nyawa Ruvaldi Maulana Yusuf melayang.

“Meski kami belum mendapat hasil otopsi namun kami telah mendapat keterangan saksi yang menguatakan dugaan bahwa almarhum meninggal dunia karena dianiaya,” pungkasnya.

(dil)