Infeksi Paru-paru Serang Warga Cianjur Utara

ANTRI: Beberapa pasien yang datang ke RSUD Cimacan saat akan diperiksa kesehatannya. FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR

RADARCIANJUR.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cimacan mencatat pasien yang paling tinggi ditangani yaitu infeksi paru-paru (Pneumonia). Dari tahun ketahun, penanganan tersebut mendominasi pelayanan kesehatan di RSUD Cimacan.

Kepala Seksi Pelayanan Medis RSUD Cimacan, Hani Adiswasani menuturkan, di setiap tahunnya, RSUD Cimacan banyak melayani pasien infeksi paru-paru dan diare.

“Penanganan ini mungkin bisa menjadi tren di RSUD Cimacan setiap tahunnya. Untuk pasien diare pun cukup banyak khususnya warga di Kecamatan Cipanas,” kata Hani.

Meski belum dapat mempublikasikan angka pasien infeksi paru-paru secara pasti, namun Hani memastikan, mayoritas pasien yang menderita penyakit tersebut berada pada kisaran usia 40 tahun ke atas.

“Artinya, ini banyak diderita masyarakat di wilayah Cianjur Utara hingga batas Cugenang dengan rentang usia di atas 40 tahun,” ujarnya.

Dikatakan Hani, RSUD Cimacan sekarang sudah memiliki dokter yang bisa praktek tiap hari. Baik penyakit dalam, kebidanan, dan bedah, jika dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau dulu, kita cuma ada dokter bantuan saja. Tetapi sekarang sudah punya sendiri, yang stanby dari hari Senin sampai Sabtu,” tambahnya.

Ia menuturkan, untuk tahun ini, pihak RSUD Cimacan bekerjasama dengan BPJS. Baik untuk pasien penangangan umum, maupun terapi cuci darah atau Hemodialisa.

“Kini sudah ada kerjasama dengan BPJS. Jadi untuk Hemodialisa atau cuci darah, bisa digunakan dengan BPJS,” kata Hani.

Hampir 100 persen di RSUD Cimacan ini sudah tercover BPJS, dan masyarakat pun bisa menikmati layanan tersebut. Menurutnya, selama ini yang sering terjadi adalah pasien itu datang ke RSUD, dengan rujukan yang belum lengkap.

“Seharusnya prosedur yang telah ditentukan itu dilengkapi. Bagaimanapun juga, pengklaiman itu tergantung dari rujukan. Karena fasilitas pelayanan kesehatan (Faskes) itu ada tingkat satu, dan tingkat dua. Nah, kami itu faskes tingkat dua,” pungkasnya.

(dan)