Silaturahmi ke Ponpes Attaqwa Ustad Umar, Herman Minta Dukungan dan Doa

Herman Suherman mendadak bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Pontren) Attaqwa.

RADARCIANJUR.com – Plt Bupati Cianjur, H Herman Suherman mendadak bersilaturahmi ke Pondok Pesantren (Pontren) Attaqwa.

Setelah hampir 15 tahun, pontren fi Jalan Mochammad Ali, No 7B, Cikidang, Sayang, Kecamatan Cianjur, itu belum pernah dikunjungi pejabat daerah. Dia meminta agar didoakan, dan dukungan agar selama memimpin Cianjur pasca OTT Bupati Irvan Rivano Muchtar bisa berjalan lancar dan baik alias tidak ‘terpeleset’.

Pimpinan Pondok Pesantren (Pontren) Attaqwa, Ustad Umar mengatakan, kedatangan Plr BUpati itu merupakan silaturahmi. Plt Bupati juga meminta para jemaah mendoakan dan mendukung serta ikut mengawasi pemerintahan, selama dia bertugas. “Beliau ngobrol diskusi untuk kemajuan Cianjur segala bidang, dan kelancaran selama bertugas, mohon doanya kepada semua,” katanya.

Dia menegaskan, silaturahmi itu Plt Bupati ingin didoakan, supaya selama bertugas bisa lancar dan menjadi berkah. Dalam diskusi panjang lebar itu Ustad Umar juga meminta jangan ada lagi rezim dinasti di Cianjur.

“Kami mengajukan atas nama masyarakat Cianjur jangan memilih Wakil Bupati Cianjur yang rezim dinasti. Siapa pun wakilnya yang penting bisa sayang sama masyarakatnya, jujur dan amanah. Selain itu mengajukan patung atau monumen kastrol di Cianjur (tugu,red) sekat sekitar Masjid Agung, Alun-alun Cianjur,” paparnya, kemarin. Ya, Ustad Umar merupakan sosok yang menentang dan bertolakbelakang dengan kebijakan Pemda Cianjur di era kepemimpinan Irvan Rivano Muchtar (IRM).

Sementara, Direktur Eksekutif Cianjur Aktivis Independen (C.A.I), Farid Sandi mengatakan, langkah Herman dianggap mungkin sebagai manuver politik, atau penyelamatan karir kepemimpinannya. Wakil Bupati dinilai ingin ‘cuci tangan’ dari kedekatannya dengan IRM agar dinilai bersih di mata masyarakat.
“Ya, kalau menurut pandangan kami, manuver politik bisa saja dilakukan mengingat situasi politik di Cianjur saat ini kian meruncing, terlepas dari fakta apa di balik pertemuan itu,’ katanya.

Ia menambahkan, kalau memang benar manuver politik, sikap seperti itu adalah hal dianggap pecundang di dunia politik. “Tapi sekaligus juga, bisa menjadi catatan buruk bagi loyalistasnya dan simpatisan IRM,” pungkasnya.

(mat)