Si Cantik Pemungut Sampah dapat Penghargaan

FOTO: Hakim/ Radar Cianjur JADI CONTOH: Kristiawan Saputra pemerhati sosial memberikan penghargaan kepada Pramesti Sovia Putri (21) yang membersihkan sampah di halaman Masjid Agung Cianjur secara spontan.

RADARCIANJUR.com-Pramesti Sovia Putri (21) mahasiswi Universitas Suryakancana (Unsur) Fakultas Hukum (FH) ini tidak menyangka aksinya bakal menjadi sorotan banyak orang. Aksinya, memungut sampah secara spontan dan inisiatif ini mendadak viral di media sosial.

Kejadian tersebut dilakukan saat Mesti sapaan wanita yang kini menginjak semester VII ini akan membeli obat ke apotek bersama dengan kedua orang tuanya.

“Waktu itu Mesti akan beli obat sama papah dan mamah sekalian solat ashar, pas waktu itu ngeliat halaman masjid kotor banget gak bisa buat duduk, ada bekas tempat minum, kertas nasi sama bungkus bacang jadi susah duduk,” terangnya kepada Radar Cianjur.

Mesti pun berinisiatif membersihkan sampah tersebut dengan mengambil plastik besar berwarna merah. Tindakannya pun memancing beberapa siswa SMA yang sedang bermain laptop untuk turut membantu memungut sampah.

“Seharusnya masyarakat ada rasa kepedulian, rasa memiliki dan jangan cuma ngomong doang,” tegas wanita yang beralamat di Desa Bojong Kecamatan Karangtengah ini.

Dia pun tidak takut jika ada yang mencapnya untuk cari muka dan cari perhatian atas aksinya ini, baginya dengan melakukan hal tersebut bisa menggerakan jiwa sosial masyarakat.


Mesti pun berpesan untuk Pemkab Cianjur, di setiap halaman masjid diperbanyak tempat sampah, pengawasan lebih diperketat, dibangun pos Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan pedagang tidak diperkenankan untuk memasuki wilayah masjid.

Di sisi lain, Pendiri Sahabat Kristiawan Peduli, Kristiawan Saputra mengatakan, hal tersebut sudah biasa dilakukan sebagai bentuk apresiasi terhadap orang-orang yang berbeuat baik secara spontan tanpa pamrih dan ingin diekspos.

Pemberian apresiasi ini sudah ke 28 kali diberikan, “Sebetulnya ini sudah biasa dilakukan sebagai bentuk apresiasi untuk orang-orang yang peduli terhadap sekitar secara spontan tanpa ada embel-embel,” paparnya.

Hal tersebut bukan semata-mata untuk membuat sekumpulan orang tertarik berbuat baik dengan harapan akan diberikan hadiah, tetapi ini sebagai pematik agar masyarakat sekitar lebih peduli dan peka terhadap lingkungannya.

Dia bertujuan untuk membuat komunitas kebersihan yang dibentuk dari relawan-relawan yang peduli terhadap lingkungan, itu dikarenakan melihat sekitar masjid Agung Cianjur masih banyaknya sampah yang bertebaran.

“Kedepannya kita akan bentuk komunitas kebersihan yang berasal dari relawan-relawan,” ungkapnya.

(kim)