Gempa Sukabumi Guncang Cianjur

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Guncangan gempa bumi tektonik kekuatan 5.4 SR, lintang 7.85 LS, bujur 106.48 yang terjadi di Sukabumi dengan kedalaman 10 Km terasa sampai ke Cianjur. Sejumlah wilayah yang turut merasakan getaran di antaranya Kecamatan Cilaku, Cibeber, wilayah Cianjur Selatan serta beberapa kecamatan lainnya sekitar pukul 17:00 WIB, Selasa (8/1).

Salah satu warga Kecamatan Naringgul, Jajang (45) mengatakan, di wilayahnya juga terasa. Malahan sudah dua hari malam sekitar pukul 22:30 WIB dan barusan terasa lagi kemarin pukul 17:00 WIB. “Terasa getarannya. Seperti meja geser sedikit dan kaca bergetar,” katanya kepada Radar Cianjur.

Hal senada diungkapkan Eri (38) dan Erik (39) dua warga Kecamatan Cilaku. Mereka mendengar kabar di Sukabumi ada dua kali guncangan. Dirinya mendapat kabar dari saudaranya di sana, bukan di Cianjur Selatan saja, di Kecamatan Cianjur ada yang merasakan. “Ya, mudah-mudahan tidak ada apa-apa dan semuanya baik-baik saja. Jangan sampai terjadi,” ungkapnya.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno mengatakan, tidak ada daerah di Cianjur maupun Cianjur selatan yang terkena dampak signifikan dari gempa di Sukabumi. “Tidak ada laporan di Cianjur maupun Cianjur Selatan yang rusak akibat gempa di Sukabumi,” paparnya.

Meski demikian, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan siap siaga terhadap lingkungan sekitar. Pasalnya, wilayah Kabupaten Cianjur ini dikelilingi lingkungan bencana.

Selain itu, jika terjadi segala hal diharapkan untuk melapor ke BPBD Kabupaten Cianjur, “Masyarakat tetap tenang dan waspada karena kita ini bersinggungan dan juga bersahabat dengan lingkungan bencana serta jika ada hal apapun segera melapor ke aparat setempat,” imbaunya.

Sementara, BMKG menginformasikan guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Pelabuhan Ratu dan Sukabumi III MMI, Bandung II-III MMI, Pangandaran dan Lebak II MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

Hingga pukul 17:07 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

“Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono.

Gempa bumi berkekuatan 5,4 skala richter (SR) di Sukabumi, pukul 16.54 WIB, Selasa (8/1) tidak berdampak kerusakan dan korban jiwa. Bahkan tidak menunjukan adanya gempa susulan.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Budi Budiman mengatakan wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa diguncang gempa bumi tektonik. Informasi awal gempa bumi ini berkekuatan magnitudo 5,4 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitudo 5,0.

Dengan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,83 LS dan 106,44 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 93 km arah selatan Kota Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jabar. “Dari hasil pemantauan sampai pukul 17.43 WIB, sementara tidak ada dampak baik korban jiwa ataupun kerusakan dan kerugian harta benda, juga tidak mengganggu kehidupan dan penghidupan,” kata Budi, Selasa (8/1).

Namun berdasarkan pemantauan dan koordinasi dengan Kabupaten/Kota terus dilakukan. Bahkan hasil monitoring BMKG hingga saat ini menunjukkan belum terjadi gempa bumi susulan. “Untuk itu kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti arahan BPBD dan informasi BMKG,” ujarnya.

Berdasarkan data Pusdalop BPBD Jabar, 12 Kota Kabupaten di Jawa Barat merasakan guncangan gempa bumi tersebut. Diantaranya Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya.

(mat/kim)