Proyek PLTA Dikeluhkan Warga Cipeuteuy

FOTO:Fadilah Munajat/ Radar Cianjur DIKELUHKAN: Lokasi Proyek pembangunan di Kampung Cipeuteuy yang rencananya akan digunakan untuk menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

RADARCIANJUR.com-Sebuah proyek yang dikabarkan akan digunakan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kampung Cipeuteuy Pojok RT04/03, Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi, dikeluhkan warga sekitar. Pasalnya warga menilai penyerapan tenaga kerja dari proyek tersebut sangat kurang serta upah yang minim.

Ketua RT 04, Misbah (41) mengatakan, proyek bendungan tersebut memang sudah direncanakan sejak tahun 2016. Namun baru berjalan lagi beberapa bulan ini.

Menurut Misbah, warganya yang terlibat dalam pembangunan bendungan tersebut hanya berjumlah tiga orang saja, sehingga penyerapan bisa dikatakan sangat minim. Padahal diakui Misbah, di kampungnya masih banyak yang menganggur dan membutuhkan pekerjaan.

“Pekerja dari luar jumlahnya lebih banyak dari pada warga saya, padahal proyeknya berada di wilayah RT 04. Tga orang warga yang menjadi pekerja di proyek tersebut pun mengeluh karena upah yang minim,” kata Misbah.

Ia mendengar anggaran untuk proyek bendungan tersebut cukup fantastis. Namun, kata Misbah, kenyataan di lapangan warga seperti tak dilibatkan sama sekali. Warga Kampung Cipeuteuy bahkan masih banyak yang tak mengetahui bahwa di kampungnya akan dibuat bendungan.

“Penjelasan kepada warga kami sangat kurang, masih banyak warga yang tak mengetahui peruntukkan proyek ini untuk apa,” katanya.

Misbah mengatakan, selain kurangnya serapan tenaga kerja, ada beberapa warganya yang mengeluh bahwa lahannya tertimpa tanah galian dari proyek tersebut.

“Sudah ada tiga warga yang mengeluh lahannya terkena tanah galian dari proyek tersebut,” kata Misbah.

Misbah mengatakan, seingatnya pada 2015 lalu ia kedatangan beberapa orang dan disuruh menandatangani persetujuan operasional proyek.

“Orang orang itu menyebut bahwa semua tokoh di desa ini sudah menyetujui, tinggal saya yang belum tandatangan, jadi saya nurut saja. Saya pikir semua warga sudah diberitahu oleh desa,” ujar Misbah.

Ia mengatakan, perusahaan yang mengerjakan proyek pun tak pernah datang sehingga ia tak mengetahui pasti perusahaan apa yang sedang mengerjakan proyek tersebut.

“Sejak rencana katanya sempat berpindah tangan perusahaan, saya tak mengetahui pasti siapa perusahaan yang mengerjakan proyek saat ini,” katanya.

Proyek berada di Sungai Cibeet, sebelah kiri masuk ke Desa Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi dan sebelah kanan masuk ke Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur.

Proyek pembangunan bendungan juga dikeluhkan oleh warga Kampung Cipari. Pasalnya, kendaraan pembawa material melewati kampung mereka. Sehingga jalan yang sudah rusak bertambah parah di beberapa titik.

“Selain harus transparan dan menyerap tenaga kerja dari warga sekitar, seharusnya proyek ini juga memperhatikan jalan hang dilalui, ini kendaraan membawa batu dan pasir lewat jalan kampung kami,” ujar Hadian (28) seorang pemuda warga Kampung Cipari.

Hadian berharap, karena proyek sudah dimulai, baik aparat pemerintah maupun perusahaan kembali mengumpulkan warga untuk sosialisasi.

“Banyak teman dan saudara yang menganggur, saat ini hanya jadi penonton saja,” katanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Rawabelut, Ahmad Hidayat, sedang tak berada di kantor. Sekretaris Desa Andri Yunardi pun enggan untuk memberikan keterangan.

“Pa kades sedang keluar pa,” ujar Anggi Gilar seorang staf desa.

(dil)