90 Ribu Warga Tak Beridentitas

RADARCIANJUR.com-Keterbatasan pelayanan elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur diakibatkan karena blanko terbatas.

Pasalnya, pada saat penyerahan bahan blanko dari pemerintah pusat tidak sesuai dengan yang diajukan oleh Disdukcapil Kabupaten Cianjur.

Setiap mengajukan ke pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Dirjen Dukcapil sesuai data yang belum dicetak atau jumlah yang ada, tapi ketika pengambilan blanko tidak sesuai dengan kebutuhan Disdukcapil Kabupaten Cianjur.

Efeknya, 90 ribu warga Kabupaten Cianjur bodong identitas, dan 70 ribu warga belum melakukan perekaman serta pencetakan.

“Dari keseluruhan ada 90 ribu namun angka itu masih bisa berubah karena ada warga yang pindah domisili dan juga meninggal dunia,” ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur, M Sidiq El Fatah.

Dalam dua bulan ini, pihaknya pun menggenjot kinerja untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Beberapa diantaranya melakukan program-program yang diaplikasikan ke kinerja seperti One Day Service (ODS) dengan hasil 200 peserta sehari.

Selain itu, Disdukcapil juga melakukan sosialisasi di tiga kantong kecamatan yaitu Cibeber, Cidaun dan Cianjur. Di tiga kecamatan tersebut ternyata masih banyak warga yang belum melakukan perekaman e-KTP.

“Kita buat kantong sosialisasi di tiga kecamatan tersebut karena disana (tiga kecamatan, red) banyak yang belum melakukan pencatatan dan perekaman e-KTP,” tambahnya.

Selain itu, dalam menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan juga Pemilihan Presiden (Pilpres), Disdukcapil melakukan jemput bola ke setiap sekolah-sekolah untuk pemilih pemula yang memasuki usia 17 tahun. Ini dilakukan agar para pemilih pemula memiliki hak suara.

(kim)