SMPN 3 Sukaresmi Dipenuhi Ilalang

Foto:Fadilah Munajat/Radar Cianjur Semak dan ilalang kini jadi penghuni SMPN 3 Sukaresmi, Pasca ambruknya setahun lalu belum ada lagi bangunan sekolah untuk pelajar.

RADARCIANJUR.com-Satu tahun Pasca ambruknya bangunan SMP Negeri 3 Sukaresmi, pelajar di sekolah tersebut masih numpang belajar di SDN Candra Kusumah.

Bangunan SMPN 3 dibiarkan tak terurus sehingga ilalang dan rumput memenuhi halaman sekolah itu.

Seorang warga, Hadian (28) mengatakan, cukup prihatin dengan keadaan bangunan dan siswa yang sudah menumpang hampir setahun.

Ia juga sangat menyayangkan dengan kondisi bangunan SMPN 3 Sukaresmi yang belum juga dilakukan relokasi.

“Di Desa Rawabelut SMP hanya satu, sedangkan untuk siswanya cukup banyak dan ada yang dari warga desa tetangga ikut sekolah di SMPN 3 Sukaresmi ini,” katanya.

Seorang pelajar SMPN 3 Sukaresmi kelas VIII Muhamad Arifin (14) menyebutkan, masih semangat belajar meski harus rela berjalan kaki dengan perjalanan yang cukup terjal dan sekolah menumpang.

Menurutnya setiap pukul 11.00 WIB, ia Bersama delapan teman lainya harus jalan kaki menuju sekolah, yang jarak dari rumahnya ke lokasi sekolah tersebut tak begitu memakan waktu yang lama.

Namun dengan kondisi jalan yang terjal membuat seragamnya basah kena keringat ketika sampai di sekolah. Pasalnya, karena masih menumpang jadi semua pelajar SMPN 3 Sukaresmi sekolah siang.

Arifin masih mengingat musibah longsor yang membuat sekolahnya ambruk. Saat itu ia baru duduk di kelas 7, beruntung ia bersama teman – teman lainnya tidak ada yang terkena musibah.

“Belajar hingga saat ini masih menumpang di ruang kelas SDN Candrakusuma, yang memang tak jauh dengan lokasi sekolah kami sebelumnya,” ujarnya.

Seorang pelajar lainnya, Jujun (15) mengaku tak bisa apa-apa meskipun keinginannya punyak kelas dan ruangan sendiri alias tidak numpang di SD Candrakusuma.

“Hingga saat ini kami belajarnya masih numpang di ruang kelas milik SDN Candrakusuma,” terangnya.

Jujun mengatakan, setiap harinya kegiatan belajar mengajar dilakukan di siang hari setelah kegiatan belajar di SD selesai.

“Saya sih pinginnya SMPN 3 Sukaresmi ini punya kelas yang baru dengan begitu tak harus lagi menumpang dan kegiatan belajarnya pun bisa dilakukan di pagi hari,” paparnya.

Terpisah Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Asep Saeful Rohman, mengatakan, terkait keberadaan SMPN 3 Sukaresmi pihaknya sedang mencari lahan, karena hingga saat ini belum mendapatkan posisi lahan peruntukkan bangunan sekolah.

“Kami lagi penjajakan tanahnya dan saat ini sudah kami ajukan dan semoga bisa terlaksana di tahun anggaran 2019 ini,” jelasnya.

(dil)