Pemdes Cipanas Gelar Workshop Kapasitas Petani

RADARCIANJUR.com– Pemerintah Desa Cipanas bersama dengan Pendamping Lokal Desa (PLD) dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Cipanas melakukan workshop peningkatan kapasitas petani dalam pembuatan pupuk organik cair, yang digelar di wilayah Desa Cipanas, Jumat (11/1).

Kepala Desa Cipanas, Dadan Busyrol Karim menuturkan, program peningkatan kapasitas para petani dalam pembuatan pupuk cair yang dilaksanakan oleh Pemdes serta Pendamping Desa ini, guna memberikan salah satu pencerahan terutama dalam pembuatan pupuk bagi para petani.

“Sementara ini kan yang dilakukan petani itu serba instan, diharapkan dengan pemberdayaan ini bisa lebih memanfaatkan potensi yang ada,” ujarnya.

Dijelaskan Dadan, kegiatan kali ini merupakan kelanjutan daripada pembinaan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Cipanas pada tahun sebelumnya. Workshop kali ini diharapkan bisa lebih meningkat, dan langsung bisa dipraktekan oleh para petani.

“Kegiatan inipun salah satu studi banding kelompok petani desa Cipanas kepada kelompok petani yang sudah berhasil. Ini merupakan tindak lanjut terhadap program dulu yang sudah dicanangkan, dan diharapkan bisa jadi salah satu icon desa,” ujarnya.

Sementara itu, Pendamping Lokal Desa (PLD) Kecamatan Cipanas Helmi Hilmansyah menuturkan, dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa telah mengatur bahwa pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa ditempuh melalui upaya pendampingan. Pendampingan menjadi salah satu langkah penting yang harus dilakukan untuk percepatan pencapaian kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi kemandirian dan kesejahteraan masyarakat, itu dapat dicapai diantaranya melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, kesadaran serta memanfaatkan sumber daya sesuai dengan esensi masalah dan prioritas kebutuhan masyarakat desa,” paparnya.

Upaya tercapainya kinerja pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa harus secara efektif dan efisien, menurut Helmi, khususnya di Desa Cipanas, sudah terealisasi beberapa program. Terutama pengembangan potensi pertanian.

“Kami berharap dengan pengembangan sektor pertanian ini, masyarakat bisa lebih efektif, dan berkembang. Apalagi adanya workshop semacam ini, bisa cepat diserap dan dipraktekkan di masing-masing petani,” pungkasnya.

(dan)