Plt Bupati Dapat ‘Surat Cinta’, Isinya Seperti Ini

Herman Suherman ditunjuk Kemendagri menjadi PLT Bupati. Foto : Fadil/Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pasca OTT di Kabupaten Cianjur, Plt Bupati Herman Suherman benar-benar sibuk, selain kunjungan silaturahmi, dan menerima tamu dari berbagai kalangan. Mantan Dirut PDAM ini juga kini mendapat ‘surat cinta’.

Isinya keluh kesah soal pelayanan kesehatan yang memprihatinkan. Penulisnya adalah Gangan Solehudin (30), seorang warga Kampung Cisalak, Desa Sukawangi, Kecamatan Warungkondang. tulisan itu dia posting di facebook,

Merasa kecewa dengan pelayanan RSUD Cianjur, Gangan Solehudin (30), seorang warga Kampung Cisalak, Desa Sukawangi, Kecamatan Warungkondang, membuat surat terbuka untuk Plt Bupati Cianjur Herman Suherman.

Surat terbuka ditulis dan diunggah ke media sosial grup Facebook di Cianjur. Pada surat terbuka yang ditujukan, untuk Plt Bupati Cianjur tersebut, berisi kritikan untuk RSUD Cianjur, yang menurutnya mempunyai pelayanan dan fasilitas minim.

Gagan mengkritik RSUD Sayang Cianjur setelah sepupunya Heni (30), mendapat pelayanan yang tak maksimal, dan tetap harus dirujuk ke rumah sakit lain karena tak ada fasilitas.

“Untuk meluruskan masalah saya tegaskan bahwa surat terbuka ini untuk Plt Bupati, saya berharap tak ada caci maki sana sini lagi, saya mengkritik RSUD Sayang Cianjur agar meningkatkan pelayanan dan melengkapi fasilitas,” kata Gagan saat ditemui di rumahnya, kemarin.

Gagan merasa kecewa, karena setelah empat hari, sepupunya baru diketahui penyakitnya dan harus dirujuk ke rumah sakit di Bandung, karena RSUD Sayang tak mempunyai fasilitas.

“Selain minim fasilitas sejak hari pertama pun kami harus membeli obat di apotik depan rumah sakit, seharusnya rumah sakit menyediakan obat agar tak menyusahkan warga,” kata Gagan.

Sebagai warga awam, kata Gagan, kenapa RSUD Sayang tak melengkapi fasilitas agar warga, tak harus dirujuk ke luar Cianjur.

“Kalau pasiennya koma bagaimana?,” ujarnya.

Gagan mengatakan, sepupunya Heni (30) sakit sudah tujuh bulan dan mulai drop 1,5 bulan terakhir. Keluarga lantas membawanya ke rumah sakit pada Senin, awal pekan kemarin. Lalu Heni diketahui menderita Miom.

“Intinya saya membuat surat terbuka itu agar orang lain tidak senasib dengan saudara saya, cukup sampai saudara saya yang mengalami hal ini, semoga RSUD Sayang Cianjur lebih maju,” katanya.

Kades Sukawangi Ahmad Dedi Suharyadi, mengatakan, ikut prihatin dengan kondisi yang dialami keluarga Gagan. Ia mengatakan, saat ini yang harus ia pikirkan adalah solusi agar Heni mendapat perawatan secepatnya.

“Tadi ada dari Puskesmas Warungkondang sudah memeriksa, sarannya tak ke Bandung, ke Sukabumi saja yang dekat,” katanya.

(radar cianjur/dil)