Tahun 2019, Bisnis Ritel Ditargetkan Tumbuh 12 Persen

RADARCIANJUR.com-Bisnis ritel ditargetkan mampu tumbuh hingga 12 persen di 2019. Namun syaratnya, kondisi dalam negeri terjaga dengan baik meski memasuki tahun politik dengan digelarnya pemilihan presiden (Pilpres).

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengatakan, pada 2018, industri ritel diperkirakan tumbuh 10 persen. Sehingga pada tahun ini diharapkan mampu tumbuh lebih tinggi, yaitu 11 persen-12 persen. “Kita harapkan bisa meningkat di angka 11 persen-12 persen,” ujarnya.

Dia menjelaskan, salah satu faktor pendorong dari pertumbuhan ritel di tahun ini yaitu kenaikan dana desa dan adanya dana kelurahan yang dialokasikan pemerintah pusat ke daerah. Dana ini diharapkan menjadi stimulus bagi peningkatan daya beli masyarakat.

“Kita harapkan bisa lebih baik karena dana desa ditingkatkan dari Rp60 triliun menjadi Rp73 triliun. Kemudian ada dana kelurahan. Itu diharapkan signifikan memberikan produktivitas bagi masyarakat,” kata dia.

Selain itu, lanjut Roy, pertumbuhan ritel di tahun ini juga akan didorong oleh penyelenggaraan Pemilu. Namun Pemilu tersebut harus berlangsung dengan kondusif agar masyarakat tidak menahan konsumsinya di tahun politik ini.

“Kemudian ada pesta demokrasi dengan Pemilu, itu juga akan meningkatkan konsumsi, pemakaian baju, seragam dan makanan minuman. Namun yang penting adalah kestabilan politik. Ketika Pemilu berjalan baik maka kepercayaan konsumen, investor, pelaku usaha terjaga. Sehingga mendongkrak kepada pertumbuhan yang lebih baik lagi,” tandas dia.

Pemerintah dan sektor swasta diminta untuk mendukung pengembangan ritel tradisional seperti toko kelontong. Sebab sektor ini dinilai masih menjadi salah satu penggerak utama ekonomi masyarakat.

(net/lip)