Kapolda: Jadikan Pemilu Aman dan Damai

KOMPAK: Kapolda Jabar, Inspektur Jenderal Polisi Agung Budi Maryoto beserta jajaran dan masyarakat menggelar deklarasi pemilu damai di salah satu hotel di Cipanas.

RADARCIANJUR.com-Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat, Inspektur Jenderal Polisi Agung Budi Maryoto memimpin langsung deklarasi damai Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, di salah satu hotel di Cipanas, Sabtu (12/1).

Acara tersebut dihadiri unsur pemerintahan bersama unsur masyarakat yang bersepakat untuk melaksanakan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 nanti secara lancar, aman dan damai, yang digelar dengan penandatanganan komitmen.

“Intinya pesta demokrasi itu harus berjalan dengan baik, serta lebih menjujung tinggi rasa persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Kapolda Jabar Agung Budi Maryoto usai memimpin deklarasi Pemilu damai.

Dikatakannya, karena Pemilu ini merupakan pesta demokrasi, haruslah dirasakan dengan senang, bukan dengan hal yang negatif bahkan jadi keributan. Pasalnya, pesta demokrasi ini adalah proses lima tahun sekali termasuk Pilkada juga demikian.

“Alhamdulillah sudah bisa ditunjukkan dengan Pilkada dulu, bahwa Jabar ini bisa aman dan kondusif,” tambahnya.

Dalam kesempatan kali ini, selain mengundang Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), pihaknya juga mengundang tokoh pemuda, partai politik, dan tokoh masyarakat, yang harus bersatu padu.

“Ini diharapkan semua bisa saling bersinergi, agar proses Pemilu ini bisa dirasakan dengan aman, damai dan sejuk,” ujar Kapolda.

Adapun antisipasi untuk semacam berita hoax, Polda Jabar sudah memiliki tim satuan tugas cyber yang selalu memantau terus di dunia maya atau media sosial.

“Apabila kami menemukan konten-konten yang berpotensi dan menimbulkan ujaran kebencian, fitnah atau hoax, kami akan secara cepat melakukan penyelidikan. Dan apabila ada bukti yang cukup, sesuai undang-undang ITE, maka akan ditindaklanjuti dengan tegas,” terangnya.

Agung menambahkan, beberapa kasus yang sudah diproses di wilayah hukum Polda Jabar dalam proses Pemilu kali ini, diantaranya ada tiga proses hukum. Yakni Bogor, Sukabumi kota dan Garut.

“Saya kira masyarakat kita sudah dewasa, dan semakin cerdas menggunakan media sosial. Jadi lebih baik ‘Tabayyun’. Kalau ada informasi lebih baik jangan dulu percaya, di kroscek dahulu. Kalau memang benar, silahkan dishare, dan kalau belum benar, ya jangan di share. Biar tidak menimbulkan hoax, atau fitnah,” pungkasnya.

(dan)