Mobil Xenia Terjun Bebas Masuk Jurang, Bocah Meninggal Terjepit Mobil

MASUK JURANG: KOndisi mobil ringsek setelah masuk ke dalam jurang setinggi 60 meter.

RADARCIANJUR.com – Satu unit mobil Daihatsu Xenia Nopol D 1286 AFV masuk ke dalam jurang setinggi 60 meter. Mobil berwarna silver itu yang membawa sembilan orang di dalamnya. Sayangnya, seorang anak berusia 10 tahun meninggal dunia setelah terjepit bagian mobil.

Mobil mengalami penyok hampir pada semua bagian setelah terjun bebas di Hutan Ciuja, Kampung Ciuja RT4/RW9, Desa Sukabakti, Kecamatan Naringgul pada Minggu (13/1).

Informasi yang diperoleh Radar Cianjur, mobil itu membawa rombongan penumpang seetlah pulang dari hajatan di Kabupaten Bandung. Mobil dikendarai supir, Irpan (23) warga Kampung Baranangsiang, Desa Gunungleutik, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

“Penumpangnya ada sekitar sembilan orang. Dewasa lima orang, anak empat orang. Satu diantaranya itu meninggal, ZH (10) dengan posisi terjepit mobil dan yang lainnya mengalami luka-luka,” kata Jajang (40) warga setempat kepada Radar Cianjur.

Kondisi tanjakan Hutan Ciuja terbilang sempit, sehingga sempat mengalami kemacetan beberapa jam. Beruntung, ada petugas kepolisian Polsek Naringgul langsung datang di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Jalan diperparah dengan tak adanya rambu-rambu peringatan. Padahal, ruas jalan terbilan berbahaya karena marak akan tebingan.

Irpan Maulana (23) seorang supir membawa rombongan penumpang mengaku, sebelumnya kecelakaan terjadi saat itu mobil dikendarai berapapasan dengan mobil dari arah Bandung menuju Kecamatan Cidaun. Saat tiba di lokasi, ada kendaraan yang masuk ke jalur mobilnya.

“Sehingga saya ambil kiri. Lalu, menghindari tabrakan dan tidak mengetahui ada tebing atau jurang. Setelah itu oleng tidak bisa menghindar dan terjun ke tebing,” ujarnya saat di lokasi kejadian, kemarin.

Ia menambahkan, sebelumnya berkendara dari jalur Kecamatan Cidaun. Hendak menuju Bandung, saat itu berapapasan dengan mobil Avanza yang masuk jalur kendaraannya dan menyerepet mobil. Karena posisi jalan sempit, menanjak dan berbelok lalu menghindar. Mungkin panik dan takut lalu bertabrakan.

Sementara, Usup (40) warga Kampung Ciuja lainnya mengungkapkan, jalur ini sering terjadi kecelakaan. Baik motor dan mobil, melihat kondisi jalan berbelok dan sempit, tidak ada rambu-rambu lalu lintas. “Mungkin, kalau pengemudi (supir) baru melewati jalan sini akan kaku ketika ada mobil berpapasan dari arah Bandung dan Jalan Cidaun. Akan sulit menghindar, apa lagi di sebelah kirinya jurang dan tidak terpasang rambu pengaman,” paparnya.

Kecelakaan lalu lintas (laka) terjadi di Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan saat ini sudah ditangani langsung pihak kepolisian dari Polsek Naringgul, selanjutkan akan ditindaklanjuti Unit Sat Lantas Polres Cianjur.

(mat)