Parah Retakan Tanah di Kampung Cibitung

RADARCIANJUR.com-Warga terancam bencana alam pergerakan tanah di Kampung Cibitung RT 02/03, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan, belum menerima bantuan. Padahal saat ini mereka sangat membutuhkan logistik dari Pemerintah Kabupaten Cianjur.

Adapun peristiwa pergerakan tanah di kampung tersebut terjadi pada Jumat 11 Januari 2019 lalu sekitar pukul 14.00 WIB. Pergerakan tanah yang ancam satu kampung tersebut kini kian membesar dan memprihatinkan. Ditambah intensitas hujan satu bulan terakhir cukup tinggi, sehingga air hujan masuk ke dalam lubang-lubang tanah yang kondisinya sudah retak.

Kasi Trantib Kecamatan Cidaun, Eli Sunardi membenarkan saat ini pergerakan tanah semakin mengancam pemukiman warga. Akibat dari pergerakan tanah satu kampung terancam longsor dan membuat warga semakin panik dan khawatir.

“Warga merasa khawatir dan perlu adanya bantuan logistik dari pemerintah melalui dinas terkait,” kata Eli kepada Radar Cianjur, kemarin.

Ia menambahkan, awalnya kedalaman tanah retak sudah dua meter. Kini melebar dan kedalaman sudah mencapai 20 meter.

“Sebagian sudah terjadi longsor akibat intensitas hujan cukup tinggi. Hingga kini warga sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman dan tujuh rumah sudah dibongkar,” terangnya.

Warga juga sudah sangat khawatir terkena longsoran. Pihak Kecamatan Cidaun dan desa sudah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Cianjur untuk mengantisipasi terjadinya longsor. “Saat ini hanya perlu bantuan logistik dan perlu waspada bila malam hari bila hujan turun,” ujar Sunardi.

Hasil data diterima, sementara yang terancam ada satu kampung, terutama di pemukiman atau RT 2 kurang lebih ada 29 jiwa. Saat ini sudah diungsikan. Khawatir terjadi longsor susulan, hujan terus turun dan tanah tebing kemiringan mencapai kurang lebih 45 derajat. Sebelumya pergerakan tanah pernah terjadi, artinya sudah dua kali.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, melalui Kasi Kedaruratan Asep Sudradjat mengatakan, setelah adanya laporan dari pihak desa juga sebelumnya langsung turun cek lokasi bersama tim.

“Mengenai kebutuhan bantuan warga seperti logistik dan lainnya itu sementara akan cek dulu apa saja dibutuhkan. Selanjutnya akan berunding dulu dengan pihak desa, nantinya dan laporan akan ditembuskan ke pimpinan,” pungkasnya.

(mat)