Pembukaan Jalur Puncak Belum Jelas

FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR MELINTAS: Salah satu trayek angkutan umum jenis bus saat melintas di jalur Puncak Cianjur-Bogor.

RADARCIANJUR.com– Ditutupnya jalur angkutan umum (Angkum) bus yang melewati Puncak Cianjur-Bogor beberapa waktu lalu. Pantauan Radar Cianjur di lapangan, sejumlah kendaraan angkum jenis bus sudah mulai terlihat leluasa melintas jalur tersebut. Kendati demikian, belum adanya informasi terkait dibuka atau masih ditutupnya jalur, baik dari pemerintah pusat ataupun Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur.

Kepala Seksi Dalops Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cianjur, Yogi Wildan Nugraha mengakui, saat ini Dishub belum ada konfirmasi terkait pembukaan ataupun masih ditutupnya jalur puncak.

“Kami masih belum bisa memutuskan, dan belum dapat surat peraturan pemerintahnya dari pusat,” kata Yogi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, kemarin.

Ditambahkannya, jika memang nanti sudah ada keputusan, khususya dari kementrian terkait, pihaknya juga akan memberikan informasi segera.

“Memang belum ada surat pastinya kang. Kalau memang nanti sudah pasti adanya informasi terkait dibukanya jalur Puncak Cianjur-Bogor, akan kami beritahu kejelasannya,” ujarnya.

Menurutnya, terkait jalur perhubungan sejumlah angkutan umum khususya jenis bus, yang beberapa waktu lalu tidak bisa melintas, memang itu belum ada kejelasannya. “Kami juga belum bisa memberikan statement tentang hal itu. Pasalnya, kami pun (Dishub Cianjur, red) masih menunggu,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Cianjur, AKP Adhimas Sriyono mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan terkait peraturan pemerintah untuk membuka ataupun masih ditutupnya jalur Puncak Cianjur-Bogor.

“Terkait kejelasan lebih lanjutnya, seharusnya ditanyakan langsung ke pihak terkait,” ujarnya.

Menurutnya, jika mengacu dari surat pertama peraturan pemerintah dari Kementerian PUPR, itu salah satunya bahwa penutupan jalur puncak hingga akhir tahun 2018 kemarin.
“Untuk jalur sih kami terus memantau. Terlebih kami sebatas kearah pengkondisian rawan kecelakaan di jalur tersebut. Jadi untuk menanyakan hal tersebut, kami belum bisa memastikannya,” pungkasnya.

(dan)