Bendungan Sungai Cikondang Hancur

FOTO: DADAN SUHERMAN/ RADAR CIANJUR TINJAUAN: Sejumlah petugas sedang meninjau dan melakukan perbaikan.

RADARCIANJUR.com-Bendungan irigasi sungai di Desa Cikondang, Cibeber hancur. Retaknya bendungan mengancam keringnya pesawahan sebanyak 1.007 hektar di Kecamatan Cibeber. Pasalnya, sudah lebih dari satu minggu bendungan tersebut mengalami retakan dan bahkan kondisinya makin parah.

Camat Cibeber, Ali Akbar mengungkapkan, hancurnya bendungan terjadi saat kondisi air dalam keadaan surut, namun tiba-tiba bendungan tersebut retak menjadi tiga bagian. Pihaknya pun segera berkoordinasi dengan berbagai dinas terkait, baik dinas kabupaten maupun provinsi, khususnya dengan Dinas Pertanian.

“Kami pun segara melakukan upaya pemasangan bronjong supaya menyelamatkan saluran irigasi sementara waktu. Sehingga sungai yang mengairi sawah tersebut tidak terus tergerus,” kata Ali.

Sejak kejadian tersebut, lanjut Ali, bronjong dan pengaman air, lama kelamaan mulai habis semua terbawa air. Dengan demikian, tanggul air di dalam semakin terkikis sehingga permukaan air sungai Cikondang itu sudah lebih bawah dari pada saluran irigasi.

“Makanya upaya yang sudah kami lakukan dengan Dinas Pertanian dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan (PSDAP) Kabupaten Cianjur, melakukan upaya pendistribusian saluran air yang ada di atas, sehingga aliran air di situ nanti dilimpahkan ke saluran irigasi lain,” paparnya.

Atas kejadian itu, pihaknya berupaya mencoba akan menggali saluran air tambahan sementara, yang akan dialirkan dari hulu saluran air pasir di atas rel kereta api.

“Mudah-mudahan saja bisa membantu menyelamatkan area persawahan sebanyak 1007 hektar. Belum terhitung untuk area perikanan, dan sekitar sembilan desa yang terdampak air bah tersebut,” jelasnya.

Ditambahkannya, mulai Desa Mayak, Cipetir, Cihaur, Cimanggu, Cisalak, Sukaraja, Cibaregbeg, dan desa lainnya tersebut menjadi dampak dari air sungai yang retak itu.
“Dari sebanyak lahan tersebut, kalau berdasarkan data-data dan informasi yang kami peroleh dari kelompok pertanian, kurang lebih 20.000 lebih tonase hasil panen yang biasa dipanen,” jelasnya.

Dengan kejadian tersebut, pihaknya berharap, karena memang area bendungan itu merupakan ada di lahan provinsi, mudah-mudahan ada bantuan dari Pemerintah Provinsi untuk segera percepatan dalam pembangunan bendungan.

“Mohon bantuan dari seluruh pihak dan juga elemen masyarakat, karena kami sudah beberapa kali pertemuan juga dengan para penggiat petani di Cibeber, agar segera dilakukan perbaikan secara baik,” tandasnya.

(dan)