Soal Wabup Cianjur, Kader Muda Jangan Dianggap Sepele

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Genap satu bulan sudah pasca operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati nonaktif, Irvan Rivano Muchtar.

Skenario untuk menjalankan roda pemerintahan pun dilakukan saat Wakil Bupati Herman Suherman didaulat menjadi Plt Bupati Cianjur.

Herman kini tengah menjomblo. Tanpa pasangan yang pas mendapinginya. Kesendirian itulah yang membuat dirinya harus mengatasi segala pekerjaan rumah yang ada di Kabupaten Cianjur. Beberapa elite dari partai pengusung pun menjadi santer terdengar untuk mendampingi Herman di kursi F2.

Beberapa partai justru memilih masih mengikuti ritme yang saat ini sedang berlangsung, dari mulai pembahasan internal hingga persiapan dalam menghadapi pemilihan legislatif (Pileg) menyongsong pemenangan di pemilihan presiden (Pilpres). Perlahan tapi pasti. Beberapa partai dalam tahap mengurai kesibukan membenahi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cianjur, TB Mulyana mengatakan, sampai saat ini Golkar belum fokus ke arah posisi orang nomor dua di Kabupaten Cianjur.

“Sampai saat ini Golkar belum memikirkan untuk mempersiapkan posisi wakil bupati. Setelah semua beres serta bupati didefinitifkan, baru kita siap,” ujarnya.

Mengenai kader yang akan disiapkan, pihaknya sudah mempersiapkan beberapa kader dengan kualitas dan dinilai sangat memungkinkan berada di posisi wabup. Tentu kader yang disiapkan sangatlah mumpuni yang nantinya menjalani beragam proses mekanisme.

Ia menilai, campur tangan internal dari pusat pun sangatlah berpengaruh untuk kemajuan di tingkat DPD Kabupaten Cianjur.

“Kalau untuk kader tidak melihat dari usia. Yang pasti akan ada proses seleksi dan tentunya kita memiliki kader muda yang berkualitas namun saya tidak bisa sebutkan namanya,” paparnya.

Lain Beringin, lain juga Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang masih menghargai pihak koalisi. Internal PKB bersepakat untuk membahas di forum koalisi sehingga saat ini belum ada keputusan apapun pada titik itu.

“Kita menghargai mekanisme yang ada di koalisi. Menghargai proses hukum yang berjalan,” jelas Ketua DPC PKB Kabupaten Cianjur, Lefi Firmansyah.

Dukungan suara untuk bersanding dengan Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman memang santer terdengar di internal partai. Namun PKB masih terfokuskan pada Pileg dan Pilpres untuk pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin.

Seperti halnya PKB, Partai Bulan Bintang (PBB) pun masih fokus pada pesta demokrasi saat ini dan belum ada pembahasan mengenai pengisi pendamping Plt Bupati Cianjur. “Kita masih fokus ke Pileg, termasuk seluruh internal partai,” ungkap Ketua DPC PBB Kabupaten Cianjur, Muhammad Toha.

Nama-nama yang muncul belakangan ini memang memiliki potensi besar untuk menduduki kursi Wakil Bupati Cianjur, seperti Moh Toha dari PBB, Lepi dari PKB, serta Tb Mulyana dari Partai Golkar. Namun, nama-nama muda juga bisa jadi perhatian untuk mengisinya.

Seperti Firman Mulyadi, dimana sosoknya masih muda, memiliki riwayat akademis yang baik, dan berada di lingkungan Partai Golkar hingga menjadi tenaga ahli. Meskipun ada juga nama kaum muda dari partai Golkar yang muncul, yakni Deden Nasihin. PKB pun masih memiliki sejumlah opsi lain seperti Dedi Suherli sedangkan di PBB masih ada nama Nandang Saepulloh.

(kim)