Ada Lagi Siswa Belajar di Lantai

FOTO: Yana Mulyana For Radar Cianjur MIRIS: Siswa SDN Karya Sembada yang belajar beralaskan lantai tanpa meja dan kursi.

RADARCIANJUR.com-Masalah pendidikan di Kabupaten Cianjur seakan tak berhenti. Setelah siswa SDN Cempakawangi Kadupandak belajar beralaskan tanah, ternyata masih banyak sekolah yang juga tidak memiliki fasilitas pembelajaran yang layak.

Kali ini lebih parah dialami SDN Karya Sembada. Pasalnya sekolah yang beralamat di Desa Wargasari Kecamatan Kadupandak ini sangat minim fasilitas.

Tidak ada meja dan kursi untuk belajar, sehingga para siswa melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) hanya beralaskan lantai.

Bendahara SDN Karya Sembada, Mulyanto menuturkan, sekolah sudah lama tak memiliki meja dan kursi. Pada tahun 2017 sudah memberitahukan ke kecamatan untuk dibantu ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur.

“Dari tahun 2017 kita sudah meminta bantuan ke kecamatan agar dapat kursi dan meja untuk belajar siswa, tapi hingga saat ini belum terealisasi,” ujarnya.

Di SDN Karya Sembada hanya ada lima kelas dan seluruhnya sama tidak memiliki kursi dan meja, bahkan kelas dua dan kelas tiga digabung dikarenakan kekurangan kelas.

Di sisi lain, pihaknya pun mengkhawatirkan dengan kelas enam yang akan menghadapi ujian nasional (UN). Melihat kondisi seperti ini, tentu pihak sekolah harus mencari jalan keluar.

Sementara itu, Pemerhati Sosial Cianjur Selatan, Yana Mulayan menambahkan, dirinya sangat prihatin dan miris dengan keadaan dunia pendidikan di Kabupaten Cianjur.

“Saya turut prihatin dan miris melihat keadaan ini, dimana pendidikan bagi generasi penerus malah kurang diperhatikan sementara anggaran pendidikan yang cukup besar baik dari pusat maupun daerah,” paparnya.

Dirinya pun kerap mendapatkan laporan soal beberapa sekolah yang ada di Cianjur Selatan lalu langsung dicek dan akan disampaikan ke Komisi IV DPRD Cianjur untuk ditindaklanjuti ke dinas terkait.

Yana pun berharap, hal ini cepat dialokasikan dan menjadi prioritas dan ketika direalisasikan jangan sampai ada lagi potongan serta harus utuh diterima oleh pihak sekolah.

“Jika memang banyak yang tidak layak, maka saya siap sampaikan ke pemerintah pusat dan meminta perhatian khusus untu Kabupaten Cianjur termasuk pengawasannya harus di perketat, agar kejadian yang memalukan oleh oknum sebelumnya tidak terulang,” harapnya.

(kim)