Debat Pilpres Perdana, Panas di Segmen Hukum

Depat capres

RADARCIANJUR.com – Debut debat calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) ditabuh tadi malam, Kamis (17/1). Pasangan calon (paslon) nomor urut 1, Joko Widodo-Ma’aruf Amin yang mengenakan kemeja putih berhadapan dengan paslon nomor urut 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mengenakan jas hitam berdasi merah di arena Hotel Bidakara, Jakarta.

Jalannya debat berjalan tertib meskipun sesekali ada riuh dari kedua pendukung paslon. Saling cerca, saling menuduh dan saling tidak setuju mewarnai jalannya debat tadi malam. Empat segmen dimulai dari hukum, HAM, korupsi dan terorisme pun menjadi bahan mempromosikan diri hingga membeberkan kelemahan paslon lainnya.

Menanggapi debat kemarin, Wakil Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Amin Kabupaten Cianjur, Jimmi Perkasa Has mengatakan, pihaknya merasa sangat bangga dan puas melihat penampilan Jokowi-Amin dalam debat tadi malam. Menurutnya, Jokowi_Amin tampil dengan gaya yang tenang, santun dan berwibawa dalam penyampaian materi. “Cara menyampaikannya sangat baik, sistematis dan mudah dicerna oleh masyarakat,” ungkapnya sesaat setelah nonton bareng (nobar) di Palace Hotel, Cipanas tadi malam.

Ia menambahkan, penampilan Ma’ruf Amin perlu diacungi jempol. Sosoknya dinilai mampu membawa dan menghidupkan suasana sehingga lebih bersahaja dan karismatik. “Ini (debat capres) menandakan bahwa pasangan nomor urut 01 Jokowi-Amin akan menjadi pilihan masyarakat Indonesia dalam memimpin lima tahun ke depan,” tambah Ketua DPC PPP Kabupaten Cianjur ini.

Di lain kubu, Sekretaris Koalisi Indonesia Menang Kabupaten Cianjur, Prasetyo Harsanto memaparkan, kedua paslon menjalani debat dengan baik. Hal itu terlihat dari pemaparan dan cara penyampaian kedua paslon. Namun, dari banyaknya porsi pertanyaan di dalam debat, justru terkuak sejumlah kelemahan Jokowi saat menjadi presiden. “Pertanyaan-pertanyaan debat menguak kelemahan presiden Jokowi khususnya yang saat ini dinilai tumpang tindih dalam penanganan hukum,” ujarnya sesaat setelah melakukan nobar debat di Kantor DPC Gerindra, Jalan Panembong, Kecamatan Cianjur.

Untuk itu, sesuai dengan apa yang disampaikan Prabowo, Pras menilai, Jokowi belum bisa menyelesaikan persoalan aparat hukum. Ia pun mengambil kesimpulan, Prabowo-Sandi tetap akan mengutamakan negara kesatuan RI. “Kita bisa lihat dari kalimat penutup Pak Prabowo yang menyejukan. Kesejahteraan penegak hukum akan ditingkatkan. Hal ini merupakan salah satu cara untuk menekan korupsi,” tutur Sekretaris DPC Gerindra Kabupaten Cianjur ini.

Tak lupa, pihaknya pun memberi apresiasi kepada Prabowo yang selalu memberikan kesempatan kepada Sandiaga Uno untuk memberikan statement. “Karena ketika sudah menjadi presiden. Pak Prabowo akan dibebani dengan terlalu banyak tugas, sehingga membutuhkan kerjasama baik dari presiden dan wakil presiden,” pungkasnya, tadi malam.

Dalam debat pemilihan presiden 2019 alias debat Pilpres, Kamis (17/1), terjadi saling sindir antara dua pasangan calon, yakni Joko Widodo–Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto–Sandiaga Uno. Ini yang membuat debat capres berlangsung hangat.

Calon presiden Prabowo Subianto, misalnya, mempertanyakan penindakan hukum di era pemerintahan Joko Widodo yang dinilai berat sebelah. Dia mencontohkan ada seorang kepala daerah yang menyatakan dukungan pasangan calon nomor urut 1 tapi ditangkap. “Itu tidak adil,” ucap Prabowo.

Prabowo menyatakan bahwa siapa pun berhak menyatakan pendapat dan dukungan terhadap siapa pun. “Mungkin ada anak buah bapak yang berlebihan,” ujar Prabowo menyindir.

Jokowi menyindir balik Prabowo. Ia mempergunakan contoh kasus hoaks yang dilakukan Ratna Sarumpaet saat mengaku dianiaya yang ternyata hanya hoaks. “Jangan grasa grusu. Misalnya juru kampanye bapak. Katanya dianiaya, kemudian konferensi pers, apa yang terjadi? Ternyata operasi plastik,” kata Jokowi. Jawaban Jokowi pun lantas mengundang tawa para hadirin. Namun, Prabowo tak sempat mengucapkan sanggahan.(yaz)