‘Jablay Dilarang Masuk’

Foto Fadilah Munajat/ Radar Cianjur DILARANG: Baligho bertulusalan jablay dilarang masuk terpasang di Desa Palasari.

RADARCIANJUR.com– Pekerja seks komersial (PSK) harus pikir-pikir ketika datang ke Desa Palasari, Kecamatan Cipanas, khususnya ke Kampung Tegallega. Pasalnya, sejumlah warga memasang baligho bertuliskan ‘Jablay (PSK, red) Dilarang Masuk’. Pemasangan baligho tersebut menyusul adanya rumah kontrakan yang penghuninya perempuan dan sering pulang larut malam.

“Warga resah dengan adanya rumah kontrakan, yang jumlahnya sekitar 20 pintu, disana dipergunakan oleh para pendatang yang bekerja sebagai pelayan turis dari Timur Tengah,” kata Kades Palasari, Kecamatan Cipanas, Jaya Wijaya Buntuan saat mengunjungi kantor LBH CLC di Jalan Abdulah Bin Nuh, Kamis (17/1).

Menurutnya mereka yang penghuni kontrakan tersebut, biasanya pulang ke kontrakan sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, sehingga dianggap mengganggu kenyamanan warga.

“Baliho yang terpasang bertuliskan jablay dilarang masuk, namun kami juga belum mengetahui secara pasti bahwa penghuni rumah kontrakan itu jablay atau bukan, yang pasti mereka hanya bekerja sebagai pelayan turis dari Timur Tengah,” ujarnya.

Jaya menjelaskan, Pemerintah Desa Palasari tidak ikut berperan dalam pemasangan baligho tersebut.
“Itu hanya spontanutas warga, dan kami telah menerima laporan tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, guna terciptanya keamanan dan kenyamanan di kampung Tegallega, ketua RT setempat sudah melakukan pendataan terhadap penghuni rumah kontrakan di Kampung Tegallega.
“Ketua RT sudah melakukan pendataan, dan itu sudah dimulai tadi pagi,”katanya.

Jaya menjelaskan, para penghuni kontrakan di Kampung Tegallega tersebut, mereka berprofesi sebagai pelayan turis dari Arab Saudi yang berkunjung ke Kota Bunga dan Cisarua Bogor.
“Sebenarnya mereka hanya numpang tinggal di Kampung Tegallega, namun masyarakat merasa terganggu karena sering pulang malam,” pungkasnya.

(dil)