Hotel di Cipanas Terancam Gulung Tikar

RADARCIANJUR.com– Sepinya wisatawan yang datang, mengakibatkan lemahnya pendapatan tempat pariwisata yang ada di wilayah Cipanas. Bahkan ada beberapa hotel yang terkena dampaknya, terlebih ada yang gulung tikar. Kondisi ini juga bisa berdampak nantinya pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal tersebut diungkapkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DPC Kabupaten Cianjur, Nano Indrapraja.

“Selain akibat sepinya wisatawan yang datang, dimungkinkan juga dampak akibat jalur Puncak yang sedang diperbaiki. Sehingga angka kunjungan menurun drastis,” katanya.

Selain itu, munculnya sejumlah hotel yang baru pun menjadi salah satu faktor yang kemudian berimbas terhadap hotel-hotel yang sudah lama ada.

“Sepertinya Pemerintahan Kabupaten Bogor dan Cianjur pun tidak ada monothorium, dan tidak ada menghentikan izin membuat hotel. Artinya setiap investor yang ingin membuat hotel di Cianjur itu selalu diberi mendirikan hotel,” tuturnya.

Sementara sekarang di Cianjur, dikatakannya, akan ada yang mendirikan lagi hotel. Seperti halnya hotel di wilayah Cianjur kota, yang dulunya gulung tikar, sekarang akan dibuat lagi hotel baru.

“Salah satu hotel tua di Cianjur, yakni Tirta Dahlia itu infonya akan dibangun oleh Sahid dan dikontrak selama 30 tahun,” ungkapnya.

Bisa dibayangkan, jika semakin tumbuh hotel-hotel baru, berarti kelas hotel-hotel kecil yang hidup akan semakin terpuruk. Dan diharapkan, pemerintahan juga bisa lebih konsen ke arah pariwisata yang lebih baik. Dan menjadikan citra di Kabupaten Cianjur itu sebagai salah satu kota pariwisata di Jawa Barat.

“Semoga ke depan ada solusi dari pemerintah untuk menghidupkan kembali perekonomian yang semakin terpuruk, khususnya di wilayah Cianjur Utara,” pungkasnya.

(dan)