Praktik Suap Disdik Sudah Membudaya

RADARCIANJUR.com-Praktik suap memang sudah menjadi budaya di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur. Biasanya praktik suap itu terjadi saat Kadisdik akan menandatangani surat kenaikan pangkat.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Oting Zaenal Mutaqin mengaku banyak menerima angpau dari bawahanya saat awal menduduki jabatan Kadisdikbud.

“Pas saya mau tanda tangan pengajuan berkas dan sebagainya, saya lihat ada amplop isinya uang. Saya kaget, lalu saya kembalikan uang itu ke orang yang mengajukan berkas,” katanya.

Oting menjelaskan, uang di dalam amplop tersebut merupakan salah satu aktifitas pungli. Kebudayaan buruk tersebut harus dihentikan, supaya lingkungan dinas bersih dan bebas dari korupsi.

“Suap menyuap supaya urusan lancar itu harus kita stop mulai dari sekarang. Pemerintahan harus bersih dari korupsi,” terangnya.

Oting menduga praktik suap di lingkungan Disdikbud sudah berlangsing lama, sejak sebelum dirinya menjabat sebagai Plt Kadisdik.

“Mungkin kegiatan ini terjadi pada era kepala dinas sebelumnya. Maka dari itu, saya akan berusaha untuk menghentikan kebiasaan buruk ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu juga Onting menyebutkan alasan dirinya mengundurkan diri dari jabatan Sekda Kabupaten Cianjur.

Menurut Oting selama ia menjabat sebagai Sekda, tak pernah sejalan dengan keputusan Bupati Cianjur.

“Ada dua hal kenapa saya mengundurkan diri dari Sekda, diantaranya kebijakan bupati untuk memindahkan pusat pemerintahan ke Kecamatan Campaka dan kebijakan untuk membuat jalan lurus dari Cibeber ke Sindangbarang,” terangnya.

Mengenai pusat pemerintahan mau pindah itu harus ada kajian yang mendalam, dan untuk membuat jalan lurus dari Cibeber ke Sindangbarang juga dari mana anggaranya.

“Karena ada beberapa gunung yang harus diratakan, jangankan kita, Belanda juga dulu yang tenaga kerjanya gak dibayar tak sanggup untuk membuat jalan itu,” sebutnya.

(dil)