Habiskan Anggaran DD Rp1,2 Miliar, Penantian Warga Dambakan Jembatan Cipandak Terwujud

RADARCIANJUR.com-Sudah puluhan tahun warga dua desa di Kecamatan Naringgul, Cianjur Selatan yaitu Desa Wanasari dan Naringgul mendambakan pembangunan jembatan secara permanen yang bisa dilalui motor dan mobil. Jembatan Cipandak (Citerup) kini sudah terwujud.

Jembatan Cipandak tersebut memiliki panjang 40 meter dan lebar tiga meter, dengan ketinggian jembatan delapan meter. Kekuatan beban jembatan mencapai enam tonase dan siap dilalui oleh kendaraan roda empat dengan beban berat.

Jembatan yang dibangun melalui anggaran Dana Desa (DD) tahun 2018 ini pengerjaannya melalui Tim Pelaksana Kerja (TPK). Dana yang digelontorkan menghabiskan hampir Rp1,2 miliar. Kini sudah 100 persen dan sudah bisa dilalui oleh kendaraan dan masyarakat yang hendak menjual hasil bumi.

Kepala Desa Wanasari, Upid Saripudin mengatakan, selesainya pembangunan jembatan Cipandak-Citerup akan sangat dirasakan oleh masyarakat dua desa. Pihak desa telah menganggarkan dari DD bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Desa (Kemendes), sehingga dapat membantu desa bisa mewujudkan impian warga.

“Sudah puluhan tahun kami dan warga ingin memiliki jembatan secara permanen yang bisa dilalui oleh kendaraan, dan Alhamdulillah kini sudah terwujud,” kata Upid pada wartawan saat menemuinya.

Jembatan permanen sudah selesai pengerjaannya terhitung tanggal 15 Desember 2018 lalu. “Dulu jembatan penghubung ini jembatan gantung yang kondisinya sudah parah, jangankan mobil, motor pun susah kalau mau lewat,” ujarnya.

Upid menambahkan, dari semenjak dirinya menjabat kades sudah tiga periode baru sekarang bisa membangun jembatan sebesar itu. Maka dirinya merasa terbantu sekali dengan adanya DD bantuan dari pemerintah pusat.

“Anggaran dibantu juga dari dana Pemdes Naringgul sebesar 30 persen, sehingga pembangunan jembatan bisa terwujud. Rencananya kami akan mengadakan syukuran tiga ratus kastrol liwet di lokasi jembatan, pada tanggal 18 Februari 2019 bersama warga dari dua desa,” ungkapnya.

Sementara, salah seorang warga Desa Wansari, Cacang (26) mengaku terbantu dengan adanya pembangunan jembatan. Tentunya warga sangat setuju sekali, sebab hampir puluhan tahun warga mendambakan adanya jembatan tersebut.

“Sudah menunggu lama puluhan tahun jembatan Cipandak-Citereup ini dibangun, sekarang sudah dibangun secara permanen dan bisa dilalui kendaraan. Karena jembatan ini merupakan urat nadi untuk warga di dua desa,” akunya.

Dia menyambungkan, dibangunnya jembatan secara permanen menghubungkan dua desa sangat dirasakan manfaatnya. “Atas nama tentunya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa juga pemerintah pusat,” tuturnya.

Senada diungkapkan, Ayep (35) warga Desa Naringgul yang mengaku senang atas dibangunnya jembatan Cipandak-Citerup. Saat ini motor dan mobil sudah bisa melintasi jembatan itu.

“Ya kini kendaraan motor dan mobil juga bisa lewat dan juga tidak sulit. Karena jembatanya permanen, sehingga kami kalau menjual hasil bumi ke kota gampang. Harapan kami kepada desa semoga kedepan jalan penghubung Naringgul-Wanasari bisa dicor beton,” pintanya.

(mat)