Cianjur Utara Dibombardir DBD, 91 Warga jadi Korban

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Cianjur Utara benar-benar menjadi perhatian khusus peristiwa serangan Demam Berdarah Dengue (DBD). Di bulan pertama 2019 ini, tak sedikit korban yang menjadi sasarannya.

Yang terbaru, Selasa (22/1/2019), sedikitnya ada 91 warga kawasan Cianjur Utara terpaksa dilarikan ke RSUD Cimacan untuk menjalani penanganan medis.

Bahkan penyakit yang dibawa nyamuk aedes aegypti ini hampir merenggut nyawa. Pantauan Radar Cianjur, gejala DBD itu dialami 91 warga dari berbagai daerah yang ada di Kecamatan Cipanas, Sukaresmi, dan wilayah lainnya. Hasil pemeriksaan medis pun seluruh pasien dinyatakan positif DBD dan ditemukan bintik merah pada kulit.

Tak hanya anak-anak, DBD juga menyerang orang dewasa. “Pasien yang memang datang kesini (RSUD Cimacan) selama bulan Januari cukup banyak. Tetapi beberapa pasien sudah mulai berangsur pulang,” kata Humas RSUD Cimacan, Hendrawan, kemarin.

Ia menjelaskan, sejumlah pasien yang positif DBD tengah menjalani perawatan di sejumlah ruang perawatan RSUD Cimacan yakni di ruang flamboyan sebanyak 46 pasien, ruang tulip sembilan orang, ruang anggrek 33 orang dan ruang mawar tiga orang. “Itu dari sejumlah ruangan baik dewasa dan anak-anak. Kalau dewasa sebanyak 55 orang, dan anak-anak sebanyak 36 orang,” jelasnya.

Pasien yang datang pun rata-rata ada atas rujukan dari pihak puskesmas setempat, dan ada pula yang memang berinisiatif langsung datang ke RSUD Cimacan.

Dengan hal tersebut, pihak RSUD Cimacan mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal dengan menerapkan metode 3M (menguras, membersihkan dan mengubur). “Saat ini lagi musimnya (DBD). Diharapkan kepada masyarakat, supaya bisa lebih hidup sehat. Artinya makan makanan yang bersih, sesuai aturan, menjaga lingkungan, apalagi kalau ada semacam genangan-genangan air, supaya bisa cepat dibersihkan,” tukasnya.

Peristiwa ini pun menuai reaksi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur yang dinilai harus memaksimalkan kinerjanya, dari mulai pengecekan di lapangan hingga melakukan fogging (pengasapan). Selain DBD, diare dan juga muntaber bisa saja menyerang, “Di musim hujan seperti saat ini kita pun siaga dalam kasus penyakit seperti demam berdarah, diare dan juga muntaber, seperti sekarang kasus DBD yang terjadi,” ujar Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Cianjur, Rosdiani Dewi.

Menurutnya, pencegahan yang dilakukan dinilai tidak terlalu berdampak jika masyarakat tidak menjaga kebersihan lingkungan, pasalnya itu hanya bersifat sementara. Pihaknya pun mengimbau untuk lebih menjaga kebersihan di sekitar, agar sumber penyakit di musim penghujan saat ini bisa diminimalisir.

Ia menambahkan, seperti halnya DBD, ketika dilakukan fogging itu tidak bersifat akan menghilangkan DBD tapi harus dilakukan pembersihan jentik nyamuk (PJN). “Itu (fogging) kan hanya bersifat sementara. Namun, yang perlu dilakukan itu pembersihan jentik nyamuk dan juga menjaga kebersihan sekitar,” paparnya.

(dan/kim)