Mini Bus Jalan Mundur Tabrak Kawanan Pelajar, Satu Siswa Meninggal Dunia

TITIK RAWAN: Tanjakan Jaka di jalur Naringgul-Bandung kerap kali terjadi peristiwa kecelakaan. Ruas jalan yang lurus dan baik membuat kendaraan melaju dengan cepat.

RADARCIANJUR.com – Tak ada yang menyangka, sebuah unit mini bus bernopol D 1440 EZ mengalami rem blong saat melintasi jalur Naringgul-Bandung pada Rabu (23/1). Mini bus berwarna silver itu tak kuat menanjak akhirnya berjalan mundur dan menabrak empat pelajar yang tengah berjalan berangkat ke sekolah.

Mobil dikemudikan Jana (40) warga setempat menghantam kawanan pelajar tepatnya di tanjakan Kampung Simpangsari RT2/RW6, Desa Sukabakti, Kecamatan Naringgul sekitar pukul 13:00 WIB.

Kapolsek Naringgul, AKP Warsono mengatakan, lokasi laka tunggal di Jalan Bandung-Cianjur itu kerap kali disebut tanjakan Jaka. Mini bus tidak kuat menanjak sehingga mobil dikemudikan dalam keadaan mundur. Makin jauh mundur hingga 25 meter, mobil pun melaju dengan kecepatan yang relatif kencang.

“Kami berkoordinasi dengan Polres Cianjur karena ada korban meninggal. Satu orang anak meninggal di tempat berinisial SA (12) warga Kampung Kubangjambu RT2/RW6, Desa Sukabakti, Kecamatan Naringgul,” jelasnya.

Ia menyambungkan, pihaknya bersama Unit Laka Lantas Polres Cianjur melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Supir dan barang bukti mobil untuk sementara diamankan dulu di Polsek Naringgul untuk menjaga ada hal-hal yang tak diinginkan terjadi dari pihak keluarga korban. “Kita akan tindaklanjuti mengenai laka ini, dan berkoordinasi dengan Polres Cianjur. Artinya menunggu olah TKP dulu dan minta keterangan dari beberapa saksi mata,” terang Kapolsek kepada Radar Cianjur.

Mobil yang dikemudikan mendadak mati di tengah tengah jalan saat menanjak. Menurutnya, pengemudi panik dan mobil mengenai pejalan kaki, mengakibatkan Satu orang meninggal dunia di tempat.

Empat pejalan kaki yang masih anak-anak itu hendak pergi ke sekolah. Satu diantaranya meninggal, lalu tiga anak lagi mengalami luka-luka masing-masing berinisial MN (12) warga Kampung Tegallame RT2/RW4, RG (11) warga Kampung Patrolkulon RT2/RW11 dan IN (12) warga Kampung Simpangsari RT2/RW6 yang hingga kemarin masih menjalani penanganan medis di puskesmas setempat.

Pengemudi mini bus, Jana (40) memaparkan, pada saat itu dirinya hendak berangkat mencuci mobil dari arah Selatan, menuju ke Utara dengan kecepatan mobil sekitar 25 kilometer per jam. Tiba-tiba mobil yang dikemudikannya itu mati mendadak di tengah tengah jalan yang posisinya menanjak.

“Saya waktu itu panik dan khawatir juga. Saya minta maaf kepada keluarga korban. Sehingga terjadilah kecelakaan, tentunya saya akan bertanggung jawab mengenai hal ini kepada keluarga korban,” akunya.

(mat)