ASN Wajib Belanja ke PIC

LINGKARAN MEDIASI: Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman mendengarkan ragam keluhan sekaligus memberikan jawaban solusi terkait keberadaan Pasai Induk Cianjur (PIC). FOTO: Hakim/ Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Pasar Induk Cianjur (PIC) yang berlokasi di Pasirhayam, Cilaku benar-benar perlu dibenahi. Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman kebanjiran keluhan khususnya permasalahan lama terkait kondisi PIC yang selalu sepi. Salah satu upaya yang akan dilakukan yaitu mengarahkan aparatur sipil negara (ASN) untuk berberlanja di PIC.

Tak bisa dipungkiri, kondisi PIC saat ini relatif sepi. Hal itu berdampak pada keberlanjutan pedagang yang bernaung di dalamnya. Salah satu desakan yang diutarakan untuk membuat pasar menjadi ramai kembali yaitu dengan mengarahkan para ASN untuk belanja ke PIC.

Sudah jatu tertimpa tangga. Pedagang pun mengeluhkan pedagang fiktif alias pedagang yang bukan berasal dari Cianjur mendominasi PIC setiap Car Free Day (CFD) digelar pada hari Minggu. Salah satu pedagang sate maranggi di PIC, Ade Mukholid (60) mengatakan, dirinya bersama pedagang lain merasa dirugikan dengan hadirnya pedagang dari luar Cianjur yang berjualan di CFD. “Kami ingin pedagang luar Cianjur tidak berdagang di sana dan minta ditertibkan,” keluhnya di forum.

Tak hanya itu, ia yang mewakili pedagang lainnya itu meminta, pemerintah Kabupaten Cianjur untuk melakukan pembenahan dan perbaikan infrastruktur di kawasan PIC. “Jalanan sudah banyak yang berair dan berlubang. Sebaiknya aspal segera ditambal agar tidak becek dan menimbulkan kesan kumuh,” tuturnya diamini pedagang lain.

Masih masalah klasik, keluhan lain yang tak kunjung dijawab yaitu keberadaan angkutan kota (angkot) yang seharusnya diwajibkan masuk ke area PIC. Angkot masih kerap kali menurunkan dan menaikan penumpang di luar terminal. Padahal, keberadaan terminal dengan PIC relatif sangat dekat dan terbilang satu area.

Menjawab semua itu, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman berjanji akan menampung dan menyiapkan solusi yang terbaik bagi para pedagang. “Semua permasalahan yang dikeluhkan saya terima, baik melalui media sosial maupun melalui surat. Beberapa pihak akan turut membantu menyelesaikan permasalahan ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, secara teknis permasalahan angkot akan ditangani langsung Dinas Perhubungan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengarahkan angkot masuk ke dalam PIC. Masih belum cukup, ternyata ragam paket solusi untuk meramaikan PIC sudah dikemas rapih.

Langkah lainnya yang tengah disiapkan yaitu menyongsong perpindahan Pasar Ramayana di Kelurahan Muka untuk beralih ke kawasan Cipanas. Lokasi tepatnya tak jauh dari titik Rumah Makan Sate Shinta dan Alam Sunda dengan luas lahan sekitar tiga hektar.

Bukan hanya sebuah pasar, nantinya di sana akan dibangun seperti supermarket dengan fasilitas yang disediakan seperti adanya arena bermain anak dan sejumlah kantor perizinan yang bisa memberikan pelayanan perizinan. “Konsepnya sendiri seperti supermarket dan nanti akan dibangun juga kantor perizinan,” terangnya, kemarin.

Plt Bupati Herman tak seorang diri. Saat menghadiri mediasi dengan pedagang, ia turut didampingi oleh beberapa dinas, di antaranya Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskop UMKM), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan.

(kim)