Untold Story Herman Suherman (2-Habis), Si Pendiam yang Menghebohkan

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman

Nama Herman Suherman , ST, M.Ap, tiba-tiba menyengat gendang telinga masyarakat Cianjur. Nama baru yang belum pernah sebelumnya terlontar dari mulut kemulut itu awalnyahanya terdengar di kalangan karyawan PDAM, sejak dia diangkat Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh menjadi Direktur Utama perusahaan daerah itu.

Herman tak sepopuler nama-nama orang yang berada di balik kegiatan politik seperti orang-orang partai, anggota DPRD atau pejabat publik. Tak heran, jika kemudian banyak pertanyaan mencuat ketika nama Herman Suherman digadang-gadang sebagai bakal Calon Bupati Kabupaten Cianjur periode 2016-2021.

Keruan saja, banyak komentar bermunculan, apa istimewanya Herman Suherman untuk menduduki orang nomor dua di Kabupaten yang berwilayah terbesar kedua di Jabar ini.

Untuk memperkenalkan dirinya, Herman sering menelusuri jalan setapak di pedesaan, dari utara sampai selatan, orang mulai mengenal Herman Suherman sebagai seorang yang rendah diri, tidak memilih dan memilah siapa yang harus diajak berteman. Herman memang tepat menjadi pendamping Irvan Rivano Muchtar, pemuda yang dijagokan untuk menduduki jabatan politik tertinggi di Kabupaten Cianjur ini.

Herman seorang pekerja keras. Selama menjadi PNS tak pernah mempopulerkan dirinya. Dia muncul sekali-sekali di media masa setelah menjadi Dirut PDAM.

Lantaran bukan politikus, Herman Suherman mengaku tak pandai berpidato, apalagi berbasa-basi. Selama dia menjadi PNS, dimatanya adalah kerja, kerja dan kerja. Dia memang bukan orator tapi mau belajar berkata-kata apa adanya.

Untuk memberikan sesuatu yang terbaik bagi masyarakat, Herman tak ingin memerlukan banyak kata tapidia ingin bekerja pantas dan pekerjaanya tuntas.

Saat bertemu warga didaerah Cugenang, pertengahan April tahun 2015 lalu. Kang Herman, sapaan akrab nya, berkali-kali meminta maaf kepada para pendengarnya lantaran dia merasa, pertama kalinya berorasi politik di hadapan masyarakat.

Karena memfokuskan diri kepekerjaannya, Herman tak pernah berentuhan dengan dunia politik. Selama berganti-ganti Bupati Cianjur, dia beranggapan, siapapun bupatinya, dia adalah pemimpinnya yang harus ditaati.

Karena itulah, Herman tak pernah tersebutkan namanya pada dunia politik atau dunia di luar pekerjaannya sejak bekerja di Sub Dinas PU Bina Marga hingga menjadi Direktur Utama PDAM Tirta Mukti.

Orang memang tak pernah mendengar Herman bicara beruntai-untai ka ta-kata tetapi orang senantiasa melihat dan Hj. Anita Sincayani, Istri H Herman Suherman yang dipersuntingnya tahun 1989 melahirkan sepasang putra dan putri, Reny Pebriani SE dan Revy Setiananopi, S.I,Kom.

Pasangan suami-istri, Herman dan Anita itu benar-benar sesuai dengan Program Keluarga Berencana yang diamanatkan pemerintah. Program KB bagi Herman dan Anita memang bukan hanya omong kosong. Cukup hanya dua anak saja bagi mereka bukanlah hanya slogan yang dipajang di pinggiran jalan. Mereka melaksanakannya dengan serius. Dari putri pertamanya, lahir seorang cucu laki-laki yang kerap diasuh kakek dan neneknya dengan ceria.

Suami-isteri seperti satu tubuh yang tak dapat terpisahkan. Seorang ahli pendidikan anak mengatakan, ayah lambang perkasa dan ibu lambang kasih sayang. Keperkasaan ayah tanpa kasih sayang ibu akan membuahkan keberutalan sedangkan kasih sayang ibu tanpa keperkasaan ayah, anak akan segera layu tanpa perlindungan.

Buah semangat dan keyakinan dalam berbuat sesuatu hal bagi Herman Suherman, apalagi mulai masuk ke dunia politik pada jabatan politisnya, adalah semata-mata dorongan dua orang tercinta dalam hidup dan kehidupannya, ibu dan istrinya.

Bukan hanya do’a serta spirit secara batiniah yang diberikan oleh Hj. Hj Anita Sincayani terhadap suaminya namun secara praktis, istri Bupati itu ikut serta berkecimpungan dalam soal penggiringan masa, khususnya kaum perempuan. Meskipun tidak pada setiap kesempatan, HJ Anita turut berdiri disamping suaminya namun kerap kali diapun ikut beteriak menyuarakan perjuangannya demi ter laksananya cita-cita menuju Cianjur yang lebih maju dan agamis.

Dalam menghadapi setiap persoalan, siapa lagi jika bukan istrinya yang pertama kali diajak bicara. Maka, ketika Herman Suherman siap bertandang untuk turut serta memimpin Cianjur, istrinya diajak diskusi untuk mengiyakan atau tidak atas keikutsertaan Herman dalam pesta demokrasi Pilkada 2016 lalu. Sudah pasti, Hj Anita mendorongnya jika bertandangnya Herman Suherman kemedan politik itu untuk sebuah pengabdian serta penuh keikhlasan dalam menjalankannya.

Seirama dengan suaminya, Hj Anita punya prinsip, meskipun tidak menjadi nomor satu, bagaimana baiknya saja, asalkan bermanfaat untuk masyarakat banyak.

Perjuangan untuk mencari ridla Allah SWT itulah yang dilakoni Herman Suherman. Diapun tetap bersyukur telah diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk turut melaksanakan kepemimpinannya dalam perjuangan politik membangun Cianjur yang lebih maju dan agamis.

(Ruddy As)