Penertiban Prostitusi Setengah-setengah

Foto: Dok: Radar Cianjur

RADARCIANJUR.com – Penyakit masyarakat (Pekat), khususnya prostitusi di Kabupaten Cianjur perlu mendapatkan perhatian yang serius. Pasalnya, tidak ada penanganan serius agar para penjaja seks singkat itu tak kembali lagi mencari nafkah di lembah hitam.

Satpol PP sendiri sudah kerap kali melakukan razia dan penertiban bisnis esek-esek di Cianjur. Akan tetapi, karena tak tersedia panti rehabilitasi sosial, maka tidak ada tindak lanjut yang positif. Akibatnya, tiap kali terjaring razia dan penertiban, mereka hanya didata saja.

Kasi Penyelidik, Penyidik dan Penindakan Satpol PP Kabupaten Cianjur, Heru Haerul Hakim menuturkan, penertiban bukan tidak pernah dilakukan, namun menjadi suatu yang dilema.

Pasalnya, ketika pekat kedapatan tertangkap, pihaknya hanya bisa memberikan pembinaan dan juga pendataan saja. Di sisi lain, untuk dibawa ke tempat panti sosial atau rehabilitasi, membutuhkan biaya yang tak sedikit.

Selain itu, Cianjur juga tak memiliki panti sosial seperti di Sukabumi, Bogor dan juga Jakarta. Sehingga harus menunggu ketersediaan tempat untuk menampung.

“Sebenarnya kita melakukan penindakan pun dirasa bimbang, kalau dilakukan razia nanti yang ketangkap mau disimpan (dikirm) dimana,” terangnya.

Sementara itu, Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan, pihaknya tengah mengupayakan untuk panti sosial yang sudah dicanangkan.

Sehingga nantinya tak perlu mengeluarkan biaya untuk membawa ke panti sosial.

“Kedepannya akan ada, karena ini sudah direncanakan,” tegasnya.

(kim)

Tentang Prostitusi di Cianjur
1. Razia dan penertiban penyakit sudah kerap dilakukan Satpol PP Kabupaten Cianjur
2. Satpol PP hanya bisa melakukan pembinaan dan pendataan
3. Cianjur tak miliki panti sosial untuk proses rehabilitasi
4. Untuk membawa ke panti sosial terdekat, membutuhkan biaya tak sedikit
5. Plt Bupati Cianjur berencana membangun panti sosial untuk penyandang pekat