Panen Durian Anjlok

ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Petani durian di Desa Leuwikoja, Kecamatan Mande mengeluhkan hasil panen musim ini yang tak sebanyak tahun lalu yang bisa mencapai ratusan durian per pohonnya. Saat ini, petani hanya mendapatkan puluhan durian saja per pohonnya.

Usep (40) salah satu petani setempat menyatakan, tahun lalu, dirinya bisa memanen sampai dengan 200 buah dalam satu pohon. Menurunnya produksi durian miliknya itu, dirasakan sejak memasuki tahun 2019.

“Tahun ini hasil panen di bawah angka segitu. Makanya yang beli hanya orang tertentu saja, langsung datang ke kebun,” akunya kepada wartawan koran ini, kemarin.

Usep menduga, menurunnya produksi buah durian para petani disebabkan faktor musim hujan yang sedang tinggi-tingginya saat ini. Pasalnya, dengan datangnya musim hujan, bunga bakal durian lebih banyak yang rontok sebelum berbuah. Akibat kondisi tersebut, dirinya dan para petani durian lainnya hanya bisa pasrah.

“Kami saat ini hanya bisa pasrah. Mau bagaimana lagi, ini sudah cuacanya hujan terus,” ungkap Usep.

Untuk meminalisir kerugian, jelas Usep, para petani mengakalinya dengan memanen tanaman lainya, seperti palawija untuk dijual.

Hal senada juga disampaikan H Ade Saepudin (46), petani durian yang juga warga setempat. Ia mengakui menurunnya panen durian di awal tahun ini. Ade menjelaskan, panen tahun ini terhitung telat yang biasanya dipanen pada bulan November. Selain itu, rasa buah yang dipanen sat ini sudah tidak lagi semanis sebelumnya.

“Ya mungkin ini dampak dari cuaca. Jadi panen menurun dan rasanya tidak semanis penen sebelumnya,” beber Ade.

Dengan hasil panen durian yang kurang memuaskan itu, para petani terpaksa menjualnya dengan harga yang lebih murah. Jika panen sebelumnya durian dijual Rp25 ribu sampai Rp30 ribu per buah, kini terpaksa dijual seharga Rp15 ribu sampai Rp20 ribu saja untuk pembelian partai besar.

“Iya itu tadi, soalnya rasanya kan tidak terlalu manis seperti panen sebelumnya,” jelas Ade.

Sedangkan untuk partai eceran, petani menjual dengan harga Rp150 ribu per empat sampai lima buah durian.

Kepala Desa Leuwikoja, H Dadeng mengatakan, luas total lahan kebun durian tercatat sekitar 800 hektar atau sekitar 8.000 sampai 10.000 batang pohon durian. Dedeng pun mengamini keluhan para petani terkait menurunnya kualitan dan kwantitas panen durian tahun ini.

Selama ini, selain dipasarkan di Cianjur, durian hasil panen para petani juga dipasarkan di sejumlah daerah lainnya.

“Desa ini terkenal duriannya emang sejak dulu, pemasaran sampai dijual ke luar daerah. Seperti Bandung, Bogor, Sukabumi dan Jakarta,” ungkapnya.

(mat)