Jembatan Cibayawak Ambruk, Anak-anak Sulit ke Sekolah

JADI SULIT: Akibat Jembatan Cibayawak yang putus, warga yang hendak melintas terpaksa harus memutar jalan hingga sejauh sembilan kilometer.

RADARCIANJUR.com – Jembatan Cibayawak di Kecamatan Tanggeung mendadak putus. Hujan yang terjadi terus menerus sejak pukul 14.30 hingga 17.30 WIB itu membuat aliran Sungai Cibayawak meluap dan mematahkan bagian tengah jembatan yang menghubungkan dua desa, Desa Rawagede dan Margaluyu, Kecamatan Tanggeung.

Sejumlah warga termasuk anak-anak yang masih bersekolah menjadi lebih sulit karena harus memakan waktu dan jarak yang cukup jauh.

Sebelum terjadi, beberapa warga masih sempat melintasi jembatan tersebut. Hingga pada pukul 18.00 WIB, warga tak berani untuk melintas karena kondisi jembatan bergetar dan roboh. Beberapa warga mencoba nekat untuk melintas dengan menggunakan tali untuk menarik kendaraan, tapi tidak berlangsung lama karena khawatir air sungai kembali meluap.

Salah satu saksi mata, Bambang Adi Nugraha (30) menuturkan, sebelum kejadian memang jalanan tidak terlalu ramai dilalui oleh warga dikarenakan hujan yang deras dari siang hingga sore hari. “Memang kondisi jalan sebelumnya terlihat sepi dan jarang yang melintas, mungkin dikarenakan hujan yang deras dari siang,” terang warga Desa Margaluyu, Kecamatan Tanggeung ini.

Melihat hal tersebut, ia pun berinisiatif menghubungi pihak Desa Rawagede dan Desa Margaluyu.

Beberapa warga dan pihak aparatur desa yang datang pun berupaya untuk membuat jembatan darurat sementara agar nantinya akses bisa dilalui oleh anak-anak yang akan bersekolah bisa melalui jalur ini tanpa harus memutar.

Menurutnya, jembatan ini merupakan akses vital yang lebih dekat dan cepat serta biasa dilalui oleh warga. Sementara untuk melintas, saat ini warga dialihkan menuju jalan lain yang aksesnya relatif lebih jauh sekitar sembilan kilometer dengan melewati tiga desa yaitu Desa Rawagede, Desa Sukajaya dan Desa Tanggeung.

“Warga yang dibantu aparatur desa saat ini sedang bahu membahu membuat jembatan darurat sementara dengan kapasitas ukuran satu motor, agar anak-anak yang bersekolah besok (hari ini, red) aksesnya lebih dekat dan tidak memutar jauh,” papar pria yang biasa disapa Abeng ini.

Dirinya pun berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur segera memperbaiki jembatan yang sudah lama tidak mendapatkan perhatian dan perawatan.

(kim)