Warga Tanjungsari Temukan Senjata Rakitan di Atap Rumah

WARISAN ZAMAN PENJAJAHAN: Dedi secara sukarela menyerahkan laras panjang dan sebutir peluru kepada Babinsa Tanjungsari, Serda Basuni Priatna.

06 – Siapa sangka, ternyata saat hendak membongkar atap rumah untuk diperbaiki, Dedi (45) justru dibuat melongok melihat penampakan sebuah senjata api. Warga Kampung Simpang Tiga RT02/RW03, Desa Tanjungsari, Kecamatan Agrabinta ini menemukan senjata laras panjang rakitan yang diduga milik ayahanda di masa lalu.

Dedi menjelaskan, saat itu dirinya tengah memperbaiki dan merenovasi bagian atap rumahnya karena sudah cukup berumur. Sedangkan senjata laras panjang itu sendiri ditemukannya terselip di antara kayu dan papan atap rumahnya. “Kaget. Saya sendiri enggak tahu ada senjata api. Apalagi ini laras panjang,” tuturnya.

Selain senjata api tersebut, Dedi juga menemukan satu butir peluru masih berada di dalamnya. Karena itu, dirinya merasa takut dan khawatir bahwa senjata api itu akan membuatnya ketiban masalah.

Beruntung, seorang anggota TNI yang menjadi Babinsa setempat tengah berkunjung untuk bertemu dengan salah seorang tokoh masyarakat setempat. “Makanya saya langsung laporkan dan serahkan saat itu juga, Kang,” lanjutnya.

Dedi menduga, senjata api laras panjang itu adalah milik almarhum ayahnya dan pernah memakainya selama perang melawan penjajah dulu. “Soalnya bapak saya dulu juga ikut perang. Mungkin ini milik bapak saya,” katanya.

Terpisah, Dandim 0608/Cianjur Letkol (Inf) Rendra Ardhani yang dikonfirmasi terkait penemuan senjata api laras panjang tersebut. Saat ini, senjata itu sudah diamankan pihaknya. “Benar ada (penemuan senjata api) oleh warga Agrabinta Senin kemarin sekitar pukul 11.30 WIB,” tuturnya kepada Radar Cianjur, kemarin.

Rendra menyatakan, senjata itu diserahkan oleh warga secara sukarela kepada TNI melalui Babinsa setempat, Serda Basuni Priatna. “Kebetulan, anggota kami (Babinsa, red) sedang bersilaturahmi dengan tokoh warga setempat yang bernama Ahmadi,” terangnya.

Saat itu, bebernya, Dedi tiba-tiba ingin menemui Serda Basuni Priatna. Saat ditanya, Dedi menyampaikan bahwa dirinya ingin menyerahkan senjata api. “Yang diserahkan senjata api laras panjang rakitan dan sebuah peluru aktif,” jelas Rendra.

Terkait hal itu, pihaknya mengimbau kepada warga yang masih menyimpan senjata api peninggalan para pejuang kemerdekaan agar segera menyerahkan kepada TNI. “Hal ini agar tercipta suasana kondusif dan warga terhindar dari pelanggaran undang-undang karena menyimpan senjata api tanpa izin,” ingatnya.

(dil)