Alun-alun kok Minta Diresmikan Presiden

Jokowi resmikan Alun-alun Cianjur

RADARCIANJUR.com – Setelah menunggu sekian lama tanpa kejelasan, warga akhirnya bisa benar-benar menikmati Alun-alun Cianjur usai diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (8/2).

Dalam sambutannya, Presiden mengaku sudah cukup lama diminta untuk meresmikan Alun-alun Cianjur yang dulunya adalah Pasar Induk Cianjur yang terbakar habis pada Agustus 2013 silam. Akan tetapi, dirinya baru bisa menyempatkan waktunya kemarin.

“Saya heran, alun-alun kok minta diresmikan Presiden. Waktu itu saya lihat bagus. Gambarnya tapi,” seloroh Jokowi disambut tawa hadirin.

Akan tetapi, setelah datang dan melihat langsung Alun-alun Cianjur, orang nomor satu di Indonesia itu merasa kagum. Menurutnya, alun-alun yang dilengkapi berbagai fasilitas dan beragam ruang publik itu, cukup indah dan bagus.

“Ternyata memang benar-benar bagus. Indah ini alun-alunnya,” lanjut Presiden.

Karenanya, ia pun mengapresiasi Pemkab Cianjur yang berinovasi membangun ruang publik dengan kelengkapannya itu. “Ada ruang silaturahmi, ruang seni dan budaya dan macam-macam. Ini yang bagus,” tuturnya.

Terpisah, Kabag Humas Pemkab Cianjur, Gagan Rusganda mengatakan, dengan peresmian oleh Presiden Joko Widodo, mulai besok (hari ini, red), Alun-alun Cianjur terbuka untuk umum. Artinya, warga diperbolehkan untuk datang dan menikmati ruang publik tersebut.

“Alhamdulilah, akhirnya sudah diresmikan. Jadi besok (hari ini, red) warga sudah boleh masuk. Kalau sebelumnya kan masih ditutup,” tutur Gagan.

Pihaknya juga memastikan, untuk bisa masuk dan menikmati Alun-alun Cianjur dengan berbagai fasilitas dan kelengkapannya itu sama sekali tak dipungut biaya alias gratis.

“Yang bayar itu cuma untuk parkir dan toilet serta Menara Pandang. Akan tetapi, untuk tiket Menara Pandang masih belum ditentukan karena dibutuhkan peraturan daerah dulu,” terangnya.

Sementara, untuk pengelolaan, Alun-alun Cianjur pun masih sedang dalam pembahasan berbagai OPD terkait. Karena itu, pihaknya mewanti-wanti kepada warga agar bisa menjaga dan memelihara salah satu ikon Kabupaten Cianjur itu.

“Ada beberapa aturan yang harus ditaati warga (pengunjung, red). Seperti menjaga dan memelihara fasilitas, tidak membuang sampah sembarangan dan hal lainnya yang bisa merusak Alun-alun Cianjur dan tak boleh membawa makanan dan minuman,” bebernya.

Hal lain yang diwanti-wantikan adalah agar warga tak menginjak rumput sintetis yang terletak tepat di depan Masjid Agung Cianjur menggunakan alas kaki.

“Himbauannya nanti akan dipasang upaya bisa diketahui masyarakat,” tutupnya.

(mat/ruh)