Antusiasme Warga Cianjur Sambut Jokowi, Tak Peduli Panas dan Hujan

Ribuan warga Cianjur sambut Presden Jokowi

RADARCIANJUR.com – Masyarakat Kabupaten Cianjur seakan tak ingin ketinggalan untuk bisa melihat dan bertemu langsung sosok Presiden Joko Widodo yang meresmikan Alun-alun Cianjur, Jumat (8/2) kemarin.

Ribuan warga pun tumpah ruah memenuhi jalanan di sekitar kawasan bekas Pasar Induk Cianjur yang dulu terbakar habis pada Agustus 2013 silam. Warga pun sudah terlihat berbondong-bondong menuju alun-alun sekitar pukul 10.00 WIB. Ribuan warga itupun terus berdatangan dan berdesakan setelah shalat Jumat.

Seperti halnya Yati (47) warga Panembong yang datang bersama anak bungsunya yang masih berusia enam tahun. Ia mengaku ingin melihat orang nomor satu di Indonesia itu dari dekat meski hanya sepintas saja saat datang iring-iringan rombongan melintas.

“Pokoknya mau ketemu pak Jokowi. Kalau bisa ya foto bareng,” katanya kepada Radar Cianjur, ditemui di Alun-alun Cianjur, kemarin.

Sayangnya, niatannya itu tak sepenuhnya terwujud. Pasalnya, jumlah warga yang berdatangan jauh lebih banyak dari yang dibayangkan sebelumnya. Akibatnya, ribuan warga itupun berdesak-desakan agar bisa lebih dekat dengan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

“Ya mau gimana lagi, kan penuh banget orangnya. Tapi susah banget mendekat ke pak Jokowi sampai kepanasan gini,” ungkapnya.

Kendati demikian, Yati tak menyerah. Ia memilih menunggu Presiden di sisi Jalan Suroso (depan DKC, red) dan berharap bisa mendekat. Sayangnya, lagi-lagi, warga sudah cukup berdesakan di lokasi yang menjadi titik kepulangan Jokowi itu.

“Sedih cuma pas lewat iring-iringan tadi aja tidak bisa liat dari dekat. Apalagi tadi pengamanannya ketat banget, mana bawa anak juga kan harus kepanasan dan kehujanan,” keluhnya.

Sempat berdesak-desakan dengan ratusan warga lainnya yang mencoba masuk dan menerobos hingga akhirnya bisa memasuki seputaran alun-alun. “Sempat manggil-manggil pak Jokowi, tapi pagar pembatasnya terlalu jauh. Tapi tetap senang bisa lihat langsung pak Presiden biar gak dekat banget,” akunya.

Nasib tak jauh berbeda juga dialami Reta (25) salah satu warga Cilaku yang mengaku sebelumnya memang sudah mengantri sejak pukul 09.00 WIB. Reta juga tak bisa mendekat dan hanya bisa melihat dari jauh melalui layar lebar yang sudah disediakan panitia.

“Tidak apa-apa gak bisa lihat langsung juga. Setidaknya bisa mengobati rasa penasaran saya meskipun jauh-jauh dan berdesak-desakan dulu,” ungkap gadis manis yang datang bersama beberapa teman dan tetangganya itu.

(kim)