Kodim 0608 Cianjur Bantu Bangun Rumah Keluarga Penderita Gangguan Mental

Kodim 0608 Cianjur Bantu Bangun Rumah Keluarga Penderita Gangguan Mental

RADARCIANJUR.com – TNI melalui Kodim 0608/Cianjur langsung membangunkan sebuah rumah untuk Bakri (72) dan keluarganya yang mengalami gangguan mental dan hidup di rumah tak layak huni di Kampung Kiarapayung RT2/6, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi.

Dandim 0608/Cianjur Letkol Rendra Dwi Ardhani mengaku, prihatin saat mendengar kisah Bakri keluarganya yang selama ini menjadi pemulung sampah itu. Karena itu, pihaknya pun tak menunggu lama untuk memberikan rumah yang layak huni bagi keluarga tersebut.

“Awalnya itu ada informasi tentang Bakri sekeluarga hidup penuh keterbatasan dan terpaksa memasak makanan basi. Akhirnya, kami berinisiatif untuk membantunya,” beber Rendra kepada Radar Cianjur, Minggu (10/2) kemarin.

Dandim yang baru menjabat tak lebih dari dua pekan ini menambahkan, tergerak untuk sedikit bantuan kepada keluarga yang menempati tanah milik almarhum ayah Bakri.

“Niatnya ibadah, hanya menolong, enggak ada yang lain. Makanya langsung gerak cepat. Tidak ada niatan apapun,” tegasnya.

Bantuan yang diberikan kepada Bakri dan keluarganya itu bukan saja membangunkan rumah layak huni saja. Tapi juga memberikan bantuan sembako untuk kebutuhan sehari-hari.

“Selain itu juga rencananya mau dibawa ke Bogor untuk pengobatan kejiawaannya,” jelasnya.

Rendra membeberkan, dari hasil profiling Bakri yang hidup bersama istri dan anak semata wayangnya itu pernah menjadi pasien di Panti Aura Welas Asih, Sukabumi.

“Nanti, pokoknya ini ditangani satu-satu dulu. Ya rumahnya, ya kejiwaannya,” beber Rendra.

Terpisah, Direktur Eksekutif Cianjur Aktivis Independen (CAI) Farid Sandy sangat mengapresiasi langkah cepat dan insiatif Dandim 0608/Cianjur Letkol (Inf) Rendra Dwi Ardhani tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Dandim 0608/Cianjur beserta jajaran karena mau peduli membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Farid.

Di sisi lain, pihaknya cukup menyesalkan ketidakhadiran Pemkab Cianjur yang semestinya menjadi tugas dan kewajibannya.

“Ini kenapa malah TNI yang langsung turun tangan dengan sangat cepat? Terus Pemkab Cianjur ngapain aja?” sesalnya.

Farid mengungkap, Bakri dan keluarganya selama ini hidup di atas bangunan tak layak huni dengan hanya luas 2 x 4 meter saja. Untuk keseharian, keluarga tersebut juga tak jarang memasak makanan basi akibat keterbatasa ekonomi dan kondisi kejiwaannya.

Langkah cepat TNI itu, sambungnya, tak berbanding lurus dengan dana APBD Cianjur yang mencapai Rp4 triliun tiap tahunnya. Ditambah dengan dana corporate social responsibility yang tiap tahunnya mencapai ratusan miliar rupiah.

Sayangnya, masih saja ada masyarakatnya yang kelaparan dan tak mendapat perhatian dari pemerintah setempat.

“Lalu
dimana peran Pemkab Cianjur melalui dinas terkait terhadap warga miskin?
” kecamnya.

Sementara, Kades Haurwangi, Agus Sumarna membenarkan keluarga Bakri memang termasuk keluarga tidak mampu. Selain itu, lahan rumah yang ditempatinya itu adalah peninggalan almarhum orangtua Bakri.

Sementara, untuk pengajuan program rutilahu, ada persyaratan dan ketentuan yang lebih dulu harus terpenuhi. Salah satunya adalah lahan milik sendiri.

“Di situ susahnya mengenai persyaratan, kalau tidak punya lahan (tanah) sendiri susah,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya juga mengapresiasi langkah pihak-pihak yang ikut dan mau membantu keluarga Bakri.

“Semoga harapan semua pihak terkabul dan terealisasi apa yang diharapkan,” katanya.

(mat)