Simulasi Pilpres 2019, Siapa Jawara di Kabupaten Cianjur?

Pilpres 2019

RADARCIANJUR.com-Masyarakat Kabupaten Cianjur sudah siap mengikuti Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Pemahaman yang baik sudah menjadi bekal masyarakat untuk memilih pemimpinnya. Setiap rambu teknis cara pencoblosan yang benar hingga mengenal figur calon pemimpinnya sudah melekat erat di pribadi masing-masing setiap masyarakat.

Hal itu tercermin dalam hasil simulasi Pemilu 2019 yang dilakukan Radar Cianjur di beberapa titik wilayah Kabupaten Cianjur selama dua hari. Simulasi pertama digelar pada Kamis (31/1) dan simulasi hari kedua digelar pada Minggu (3/2).

Secara teknis, tim simulasi Radar Cianjur melakukan penyebaran spesimen kertas suara ke pusat-pusat keramaian di seluruh penjuru wilayah Kabupaten Cianjur, mulai dari Kota Cianjur, Cipanas, Warungkondang, Cibeber dan Ciranjang.

Tim simulasi Radar Cianjur menyebarkan 600 surat suara ke sejumlah titik seperti pasar, permukiman, mal, terminal hingga perumahan yang berada di lima penjuru Kabupaten Cianjur. Dari total suara yang masuk, hasil uji coba menyatakan bahwa selisih perolehan suara pemilihan presiden (pilpres) relatif tipis yaitu 2,5 % saja.

Dalam simulasi Radar Cianjur, jumlah suara yang diperoleh tim capres nomor 1, Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebesar 281 atau 46,83 %. Sedangkan capres nomor 2, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno meraup suara sebanyak 296 atau mengungguli capres nomor 1 sebesar 49,33 %.

Namun, baik pasangan nomor 1 maupun nomor 2 patut waspada. Hasil simulasi Radar Cianjur menunjukkan ada 23 surat suara tidak sah dan tak mencoblos alias golongan putih (golput). Secara persentasi, golput dengan tegas menunjukkan angka 3,83 %.

Persentase itu melebihi selisih jurang jarak hasil suara capres nomor 1 dan nomor 2. Apabila golput ini dapat dimaksimalkan bagi capres nomor 1, maka hasilnya dapat mendadak berubah. Capres nomor 1 dinilai akan mampu mengembalikan kondisi.

Begitu juga dengan capres nomor 2. Capres nomor 2 wajib menjaga golput yang semu ini. Apabila tetap terjaga dan terpelihara maka jenjang dengan capres nomor 1 pun akan tetap aman menggapai pemenang. Jadi, dalam simulasi yang dilakukan tim Radar Cianjur, golput jangan dianggap sepele. Siapa pun yang mampu melakukan pendekatan dengan mereka akan mampu keluar menduduki kursi RI 1.

(yaz)