Traffic Light JLT ‘Innalillahi’

Traffic Light JLT

RADARCIANJUR.com – Sejumlah warga dan pengendara, baik roda dua maupun roda empat mengeluhkan kerap mati dan tak berfungsinya traffic light (TL) di Jalan Lingkar Timur (JLT), tepatnya di perempatan Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah.

Dari pantauan Radar Cianjur pada Minggu (10/2) malam di lokasi tersebut, lampu pengatur lalu lintas itu mati dan tak berfungsi sebagaimana mestinya. Sehingga, para pengguna jalan pun harus ekstra waspada. Terlebih, kurangnya lampu penerangan jalan yang cukup memadai.

Seperti yang diutarakan Dencow (37), warga sekitar yang kerap mendapati lampu TL tersebut dalma kondisi mati. Padahal, kendaraan yang melintasi JLT rata-rata kendaraan besar dan melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi.

“Bukannya apa-apa, kami khawatir malah akan memicu kecelakaan lalulintas (laka) dan biang keributan para pengendara gara-gara lampu TL yang mati,” bebernya kepada wartawan koran ini, kemarin.

Ia mengungkap, pernah melihat langsung kejadian yang nyaris berujung kecelakaan. Saat itu, katanya, ia melihat dua sepeda motor dan sebuah mobil yang sama-sama melintas secara bersamaan dari arah yang berbeda.

Lantaran lampu TL dalam kondisi mati, ketiga kendaraan tersebut tetap sama-sama melaju. Alhasil, ketiga kendaraan tersebut bertabrakan, meski tak cukup parah. Akan tetapi, kejadian tersebut memicu perselisihan dan perang mulut.

“Ya akhirnya cek-cok dan nyaris pada berantem. Untung bisa dicegah warga sini,” bebernya.

Matinya lampu TL itu, sambungnya, juga membuat para pengedara berbuat seenaknya sendiri. Padahal, hal itu pula yang bisa jadi memicu kecelakaan. Dirinya menilai, hingga kini belum ada tindakan yang cukup konkrit dari pihak-pihak terkait atas tak berfungsinya lampu TL di lokasi tersebut.

Karena itu, dirinya berharap agar pihak terkait, salah satunya Dishub Kabupaten Cianjur, tak berdiam diri dan segera memperbaiki lampu TL itu.

“Soalnya sudah sangat sering mati-mati gini. Semoga aja bisa cepat tanggap dan diperbaiki. Jangan malah dibiarkan begini. Kan kasian kalau sampai ada yang celaka gara-gara lampu TL mati,” harapnya.

Jangan sampai, lanjut dia, tindakan baru diambil setelah terjadi kecelakaan yang mengakibatkan nyawa melayang.

“Makanya perlu segera ada perbaikan lampu rambu-rambu. Jangan sampai setelah ada kejadian baru bertindak turun ke lokasi,” tegas dia.

Sementara Gani (40), pengendara motor warga Kecamatan Ciranjang pun turut mengamininya. Ia pun berharap ada tindakan secepatnya dari pihak terkait. Terlebih, saban hari pula ia melintasi JLT.

Ia khawatir, jika tak secepatnya mendapatkan penanganan, bisa berkibat fatal bagi para pengendara. Aplagi, JLT adalah satu-satunya ruas jalan yang bisa dilewati kendaraan-kendaraan bertonase besar yang dilarang melintas di ruas jalan kota.

“Mayoritas yang mau ke Bandung, Cianjur Kota, Cianjur Selatan, Cibeber, dan Sukabumi kan lewatnya situ. Jadi seharusnya cepat tanggap,” harapnya.

(mat)