Rencana Jalan Tol Bikin Cianjur Manjur atau Hancur?

Ilustrasi

RADARCIANJUR.com – Rencana pembangunan jalan tol Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung yang diungkap Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Cianjur pekan lalu mulai ramai diperbincangkan publik sekaligus menimbulkan pro-kontra.

Sejumlah kalangan mendukung rencana tersebut karena dirasa bisa mempercepat mobilitas, penguatan perekonomian, sampai peningkatan kesejahteraan Cianjur. Namun di sisi lain, tak jarang pula masyarakat yang menganggap hal itu belum perlu dilakukan dengan alasan dialihkan untuk perbaikan fasilitas, sarana dan prasarana di kota Pandanwangi ini.

Alasan lainny, jalur Cianjur-Puncak-Bogor sendiri dianggap menjadi akses primadona bagi para pelancong dari Jakarta, kendati selalu menimbulkan kemacetan hingga berjam-jam lamanya.

Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Yanto Hartono mengatakan, pembangunan jalan bebas hambatan ini sejatinya sudah lama tersiar sebelum disampaikan Presiden Joko Widodo. Bahkan, pihaknya pernah melakukan rapat dengan bagian pembangunan di ruang Wakil Bupati Cianjur Herman Suherman yang saat ini menjabat Plt Bupati Cianjur.

“Ini sudah pernah melakukan rapat dengan bagian pembangunan dulu di ruang Wakil Bupati,” ujarnya.

Menurutnya, ketika insfrastruktur dibenahi, tentu perekonomian bisa meningkat dan lancar serta memiliki peluang besar. Akan tetapi, lanjut Yanto, ini semua tergantung masyarakat bisa memanfaatkan peluang ini atau tidak.

“Seperti pemasok sayuran yang bisa lebih cepat sampai ke tempat tujuan tanpa harus terjebak macet dalam pengiriman, sehingga waktu bisa dipangkas dan lebih efektif,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Cianjur dengan beberapa stekholder, seperti kelompok industri dan pengusaha tentu harus siap menyatukan paham dan visi untuk memajukan perekonomian di Kabupaten Cianjur.

“Sebetulnya ini menjadi penggerak terobosan untuk kemajuan ekonomi Cianjur, terutama bidang pangan dan industri,” paparnya.

Pembangunan infrastruktur tersebut, mau tidak mau memaksa masyarakat untuk ‘berlari’ agar bisa memberikan dampak positifnya. Sehingga, jalan tol tersebut tidak hanya digunakan sebagai akses untuk berpergian saja.

Pihaknya juga meyakini, keberadaan jalan tol Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung ini tentu juga akan memberikan pengaruh positif bagi sektor pariwisata seperti perhotelan dan penginapan, restoran, serta tentunya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang ada di Cianjur.

“Akan berpengaruh ke berbagai aspek, terlebih bidang pariwisata. Namun perlu diwaspadai dengan perkembangan insfrastruktur ini apakah akan sepenuhnya menjadi kebaikan untuk Cianjur atau tidak,” ingatnya.

Sementara, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badan Pimpinan Cabang (BPC) Cianjur Nano Indrapraja menyatakan dukungan sepenuhnya terkait rencana pembangunan jalan tol Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung itu. Salah satu alasannya adalah, infrastruktur tersebut tentu akan makin memudahkan akses untuk masuk ke wilayah Cianjur.

Lebih jauh, Nano juga meyakini bahwa keberadaan jalan tol Bogor-Sukabumi-Cianjur-Bandung itu juga sedikit banyak memberikan keuntungan bagi usaha sektor wisata, utamanya para pelaku usaha perhotelan, villa dan penginapan.

“Pasti juga berpengaruh pada peningkatan okupansi. Jadi jelas ini jadi langkah positif bagi kami,” bebernya.

Akan tetapi, menurutnya, akan lebih baik jika didahulukan realisasi pembangunan Jalur Puncak II yang sampai saat ini tak jelas juntrungnya itu.

“Karena sejak dulu sampai saat ini permasalahan jalur puncak yang padat belum dapat terpecahkan,” ujarnya.

Alasan lainnya, selama ini, para wisatawan dan pendatang lebih banyak yang mengunjungi kawasan Cipanas dan Puncak ketimbang Cianjur.

“Karena kan banyak berbondong-bondong ke Puncak daripada ke Cianjur. Jadi Puncak-Cipanas menjadi salah satu daerah tujuan utama wisata. Meski Cianjur pun kini sudah lebih baik,” kata Nano.

Dalam hematnya, yang harus dilakukan Pemkab Cianjur saat ini adalah penambahan fasilitas penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Puncak-Cipanas yang dinilainya masih kurang dan belum memadai. Terlebih jalan dari Cianjur ke Puncak yang selama ini selalu dan tetap gelap tanpa adanya PJU.

“Sepanjang jalan Cipanas menuju Cianjur sebaiknya diberikan penerangan yang baik daripada gelap seperti sekarang ini,” saran dia.

(radar cianjur/kim/dan)